SindoJabar.com – Warga Desa/Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, menjadi saksi seni dan budaya Sunda, wayang golek masih lestari. Kesenian khas Sunda yang saran pesan moral itu masih eksis menghibur masyarakat.
Pagelaran wayang golek tersebut berlangsung di Lapangan Baraja, Kampung Nyalindung RT 01/04, Desa/Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Senin (25/5/2026) malam.
Acara yang dikemas dalam tema “Malam Tasyakur Budaya” itu merupakan puncak sekaligus penutup dari rangkaian Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika.
Ribuan warga Desa Saluyu memadati Lapangan Baraja. Sedangkan pagelaran wayang golek dibawakan oleh Dalang Ki Kodrat E Taryana dari LS Putra Giri Loka Cianjur.
Sebelum pagelaran wayang dimulai, acara dimeriahkan dengan penampilan rampak tari dari Sanggar Kuta Laras Ciranjang binaan Metty Triantika.
Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika mengatakan, tasyakur budaya digelar sebagai bentuk rasa syukur dan upaya menjaga ruang kebudayaan tetap hidup di tengah masyarakat.
“Budaya adalah rumah bersama. Wayang golek bukan sekadar hiburan, tetapi media pendidikan, dan ruang silaturahmi. Selain itu, pengingat pembangunan harus berjalan berdampingan dengan pelestarian nilai-nilai budaya,” kata politisi Partai Golkar dan Ketua DPD Pengajian Al Hidayah Jabar itu.

Identitas Masyarakat Sunda
Pj Kepala Desa Sukaluyu Enang mengatakan, tasyakur budaya menjadi ruang pemersatu masyarakat. Selain itu, sarana pelestarian budaya Sunda yang mulai jarang di tampilkan di tengah masyarakat.
“Kami merasa bangga karena budaya seperti wayang golek masih di beri ruang besar. Ini bukan hanya hiburan rakyat, tetapi bagian dari pendidikan budaya dan penguatan identitas masyarakat Sunda di tengah perubahan zaman,” kata Enang.
Selama beberapa hari melaksanakan reses, Metty Triantika mengunjungi sejumlah desa di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Cianjur.
Metty menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus memastikan berbagai usulan pembangunan telah di realisasikan oleh Pemkab Cianjur.
Dia menegaskan, reses tidak boleh berhenti hanya pada penyerapan aspirasi, tetapi harus melahirkan realisasi nyata yang di rasakan masyarakat hingga tingkat desa.
Sejumlah aspirasi masyarakat yang sebelumnya di serap dalam reses, ujar Metty, telah di realisasikan pada tahun anggaran berjalan.
Di antaranya, bantuan pembangunan puskesmas di Desa Kademangan, Kecamatan Mande dan bantuan sumur bor di Desa Jati, Kecamatan Bojongpicung.
Kemudian bantuan hotmix jalan di Desa Sukatani Kecamatan Haurwangi. Bantuan untuk Puskesmas Desa Cikondang, Kecamatan Bojongpicung. Lalu, hotmix jalan lingkungan di Desa Jamali, Kecamatan Mande.
Desa Sukaluyu juga memperoleh bantuan pemasangan KWH listrik gratis bagi masyarakat. Metty juga sempat membantu operasional komunitas penyandang disabilitas di Desa Jati, Kecamatan Bojongpicung.
Warga Sampaikan Aspirasi
Bantuan laptop untuk kegiatan PKK di Desa Cikondang dan dukungan bagi sanggar seni budaya baik melalui APBD maupun bantuan pribadi secara langsung.
Pada malam penutupan reses tersebut, sejumlah warga tampak menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Metty Triantika.
Aspirasi datang dari berbagai unsur masyarakat, dari pengurus Partai Golkar, ketua RT, tokoh masyarakat, hingga ibu-ibu pengajian.
Mereka berharap perhatian terhadap kegiatan sosial, keagamaan, dan kepemudaan.
Salah satu aspirasi yang langsung di respons Metty malam itu adalah permohonan bantuan seragam seni hadroh untuk pemuda dan pengajian di Desa Sukaluyu.
Saat itu juga Metty langsung memberikan bantuan dari dana pribadi untuk mendukung kebutuhan kelompok seni hadroh warga.
Suasana dialog berlangsung hangat dan cair. Warga terlihat leluasa menyampaikan berbagai kebutuhan. Metty menanggapi serius satu per satu usulan masyarakat hingga larut malam.
Pj Kepala Desa Sukaluyu Enang Suherlin memberikan apresiasi atas pola reses Ketua DPRD Kabupaten Cianjur.
Enang menilai, reses Metty mampu menyentuh kebutuhan masyarakat dari tingkat bawah hingga menghasilkan realisasi konkret.
Pola Reses Ketua DPRD Cianjur Berbeda
Selama ini, kata Enang, masyarakat sering memandang reses hanya sebatas agenda formal penyerapan aspirasi. Namun pola reses Ketua DPRD berbeda.
Sebab, masyarakat dapat melihat langsung hasil dan tindak lanjutnya. “Banyak kebutuhan warga yang benar-benar di perjuangkan sampai terealisasi,” kata Enang.
Sementara itu, Partai Golkar Cianjur melalui Pengurus, Kecamatan Golkar Sukaluyu turut memberikan penghargaan khusus kepada Metty Triantika sebagai “Pengemban Aspirasi Publik Terbaik”.
Penghargaan di serahkan oleh Ketua PK Golkar Sukaluyu Ahmad Rifai sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan reses yang menyerap aspirasi masyarakat dari hulu hingga hilir.
Sejumlah pengurus PK Golkar se-Dapil IV meliputi Kecamatan Sukaluyu, Ciranjang, Mande, Bojongpicung, dan Kecamatan Haurwangi turut hadir membersamai rangkaian kegiatan reses Metty Triantika.






