SindoJabar.com – Tujuh unit motor hilang di Tritan Point Space Bandung, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Ketujuh korban telah melapor ke Polsek Panyileukan dan saat ini kasusnya dalam penyelidikan polisi.
Peristiwa hilangnya tujuh unit motor tersebut terjadi saat para pemilik sedang menonton konser musik Tau Tau Fest 2026.
Ketujuh korban mengaku sebelum kejadian, mereka diarahkan parkir di area Tritan Point Space dan dimintai biaya parkir Rp10.000 per motor.
Juru parkir di lokasi meminta mereka tidak mengunci setang motor dengan alasan agar mudah saat dipindahkan.
Namun, seusai konser, para pemilik motor tak menemukan kendaraannya. Korban telah menanyakan pertanggungjawaban pengelola.
Tetapi pengelola justru saling lempar tanggung jawab. Akhirnya, para korban melapor ke Polsek Panyileukan.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton membenarkan peristiwa itu. “Bentul kejadiannya (tujuh unit motor hilang di Tritan Point Space Bandung). Ada tujuh laporan di polsek (Panyileukan) baik pada Sabtu maupun Minggu,” kata Kasatreskrim.
Bukan Kejadian Pertama
AKBP Anton menyatakan, setelah menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil penyelidikan, di lokasi kejadian, tidak ada tempat parkir khusus walaupun korban membayar tiket parkir.
“Parkir liar kayaknya. Jadi enggak ada yang ngawasin, enggak ada CCTV. Di tambah lagi memang di situ setiap (pemilik) kendaraan di arahkan untuk tidak mengunci setang motor. Jadi semakin mempermudah pelaku membawa kendaraan,” ujar AKBP Anton.
Para pelaku pencurian motor, tutur Kasatreskrim, telah teridentifikasi. Saat ini dalam pengejaran petugas.
Kasus raibnya tujuh unit motor di Tritan Point Space Bandung ini viral di media sosial (medsos) Instagram. Salah satu unggahan di Instagram menyebutkan, kasus motor hilang di lokasi itu bukan yang pertama kali.
“Kejadian serupa juga pernah terjadi sebelumnya. Padahal pengunjung sudah membayar parkir hingga Rp10.000,” tulis akun pengunggah kasus itu @a.altho.
“Kasus ini tidak boleh berhenti hanya pada pencarian pelaku. Sistem keamanan dan pengelolaan parkir juga perlu di evaluasi agar kejadian yang sama tidak terus berulang dan menimbulkan korban baru,” tegas @a.altho.






