SindoJabar.com – Kasus pencurian motor di lokasi konser Tritan Point Bandung saat Tau Tau Festival 2026 berlangsung, viral di media sosial (medsos). Tujuh korban yang kehilangan kendaraannya di lokasi itu mendesak polisi segera menangkap pelaku.
Para korban membuat pernyataan sikap terkait kasus tersebut seusai melapor ke Polsek Panyileukan. Video pernyataan sikap para korban diunggah oleh akun @a.altho di Instagram.
Selain mendesak polisi menangkap pelaku, korban juga meminta kasus diusut tuntas. Mereka juga meminta pengelola Tritan Point Bandung bertanggung jawab atas kejadian ini.
Berikut pernyataan sikap korban:
“Jaga Bandung tetap aman! Kami adalah para korban kehilangan sepeda motor yang terjadi di kawasan Tritan Point Bandung pada saat Tau Tau Fest 2026 berlangsung pada Sabtu 30 Mei 2026,” kata salah satu korban.
“Oleh karena itu, kami mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku. Serta meminta pihak pengelola (Tritan Point Space Bandung) dan petugas keamanan yang bertanggung jawab atas area parkir untuk tidak lepas tangan,” ujarnya.
“Kami menuntut adanya itikad baik, penjelasan yang jelas, dan bentuk pertanggungjawaban yang seusai atas hilangnya kendaraan di area yang berada dalam pengawasan mereka,” tutur korban.
“Semoga kejadian serupa tidak lagi menimpa masyarakat maupun wisatawan yang datang berkunjung. Jaga Bandung tetap aman!”
Polisi Lakukan Penyelidikan
Sebelumnya, Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton membenarkan peristiwa pencurian tujuh motor terjadi di Tritan Point Bandung, Jalan Soekarno-Hatta pada Sabtu (30/5/2026). Ketujuh korban telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Panyileukan.
Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelakunya. “Betul kejadiannya. Ada tujuh laporan ke polsek (Panyileukan),” kata Kasatreskrim.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, ujar AKBP Anton, di lokasi kejadian tidak terdapat lokasi khusus parkir. Dugaan kuat, saat kejadian di lokasi itu hanya ada juru parkir liar. Selain itu, pemilik kendaraan di arahkan untuk tidak mengunci motornya.
Sehingga memudahkan pelaku membawa kendaraanpara korban. “Saat ini kasus dalam penyelidikan polisi. Kami mengindentifikasi pelaku dan saat ini dalam pengejaran,” ujar AKBP Anton.






