Sindojabar.Com – Pemprov Bali menunjukkan komitmen serius dalam mendukung percepatan transisi energi bersih dan kendaraan listrik.
Hal ini terlihat dari dukungan terhadap program EV-GO yang digagas oleh Raine Renaldi bersama ekosistem EV-READY Group, dengan target besar mengonversi hingga 1 juta sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik di Bali.
Program ini menempatkan Bali sebagai pilot project nasional dalam percepatan konversi kendaraan listrik. Dukungan tersebut terlihat dari berbagai pertemuan dan presentasi teknologi yang dipublikasikan melalui akun resmi @evready.global dan @disnakeresdm.
Dalam sejumlah dokumentasi yang beredar, Gubernur Bali Wayan Koster terlihat menyambut positif inisiatif percepatan konversi kendaraan listrik tersebut.
Dukungan juga datang dari jajaran Dinas Disnaker ESDM Provinsi Bali yang disebut siap mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik, termasuk pelatihan SDM konversi kendaraan di Bali.
Program EV-GO sendiri hadir dengan konsep konversi massal kendaraan roda dua berbasis mesin pembakaran internal menjadi kendaraan listrik.
Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak perlu membeli motor listrik baru, tetapi dapat mengubah motor bensin yang sudah dimiliki menjadi motor listrik melalui teknologi konversi yang dikembangkan EV-GO.
Menurut laporan media nasional, soft launching EV-GO sebelumnya telah dilakukan di kawasan Legian dan Kuta, Bali.
Masyarakat sempat dibuat penasaran setelah sejumlah motor yang terlihat seperti motor bensin melintas tanpa suara knalpot. Ternyata, kendaraan tersebut merupakan hasil konversi listrik dari program EV-GO.
President ID-Opentech Group sekaligus Ketua Umum APSCI, Raine Renaldi, menyebut bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik membutuhkan solusi yang realistis dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
“Percepatan transisi energi dan adopsi kendaraan listrik adalah visi utama kami. Kami ingin memberikan solusi nyata bagi masyarakat untuk beralih ke teknologi ramah lingkungan tanpa harus membeli kendaraan baru yang mahal,” ujar Raine dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
Pemilihan Bali sebagai wilayah percontohan dinilai sangat strategis. Selain dikenal sebagai destinasi wisata internasional, Bali juga menjadi salah satu daerah yang progresif dalam penerapan energi bersih.
Pemprov Bali sebelumnya telah aktif mendorong penggunaan kendaraan listrik, termasuk untuk kendaraan dinas pemerintahan.
Program konversi ini juga diyakini dapat membuka peluang ekonomi baru, mulai dari industri bengkel konversi, pelatihan teknisi kendaraan listrik, hingga pengembangan infrastruktur charging station dan ekosistem energi baru terbarukan.
Jika pilot project di Bali berjalan sukses, EV-GO disebut akan memperluas implementasi program ke berbagai daerah lain di Indonesia sebagai bagian dari percepatan elektrifikasi kendaraan nasional. (*)





