SindoJabar, BANDUNG – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar mendorong media massa berperan dalam memperkuat ketahanan keluarga di Jawa Barat.
“Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi sekaligus kurator yang menghadirkan konten-konten berkualitas bagi masyarakat,” kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Siti Muntamah.
Siti Muntamah menyampaikan pernyataan itu saat menjadi keynote speaker “Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga: Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis dalam Membangun Ketahanan Keluarga”. Acara ini diselenggarakan oleh DP3AKB Jabar di Rooftop DPRD Jabar, Senin (20/7/2026).
Sarasehan menghadirkan dua narasumber, yakni, Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPKB) Jabar Najip Hendra yang juga jurnalis senior dan Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar Almadina Rakhmaniar.
Umi, sapaan akrab Siti Muntamah, menyatakan, di tengah derasnya arus informasi digital, media diharapkan mengedepankan pesan-pesan kehidupan yang memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan ketahanan keluarga.
“Media ini sangat penting, super penting. Media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengedukasi dan mengkurasi,” ujar Umi.

Tak Semua Diviralkan
“Jadi, jangan sampai hanya karena mengejar algoritma dan viral. Ada pesan-pesan kehidupan yang harus terus kita jaga,” tuturnya.
Menurut Umi, keluarga di Jawa Barat harus kuat, memiliki ketahanan, dan tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Dalam situasi krisis sekali pun, kata Umi, keluarga tetap mampu bertahan bersama, mendidik anak-anak dengan baik, dan memandang setiap ujian sebagai bagian dari ibadah.
Dalam kesempatan itu, Umi mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mengambil keputusan berpisah ketika menghadapi persoalan rumah tangga. Khususnya karena tekanan ekonomi.
Sebab, kondisi tersebut kerap memicu persoalan lain. Seperti kekerasan dalam rumah tangga hingga gangguan kesehatan mental.
“Kita tidak ingin keluarga cepat menyerah, memutuskan bercerai hanya karena persoalan ekonomi. Dari situ bisa muncul kekerasan, masalah mental, dan persoalan lain,” ucap Umi.
Karena itu, ujar Umi, DPRD Jabar mengajak media menjadi mitra dalam menumbuhkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
Media juga di harapkan memilih dan memperkuat informasi berdampak positif bagi keluarga. Bukan sekadar mengejar popularitas di media sosial (medsos).
“Saya mencintai media. Tolong menjadi pihak yang membersamai tumbuhnya kebaikan di keluarga Jawa Barat, sekaligus menjadi kurator yang baik,” ujarnya.
“Tentukan mana yang layak di munculkan dan mana yang perlu di perkuat. Tidak semua harus di viralkan hanya karena mengikuti algoritma. Fungsi itu ada di tangan media,” tutur Umi.
Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat
Sementara itu, Sekretaris DP3AKB Jabar Ari Antari Ratna Dewi mengatakan, kehidupan masyarakat saat ini hampir tidak pernah terlepas dari ruang digital.
Karena itu, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan literasi digital masyarakat.
Menurut Ari, hampir setiap aktivitas masyarakat berlangsung di ruang digital. “Karena itu, media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga bertanggung jawab membangun literasi untuk memperkuat ketahanan keluarga di era digital,” kata Ari.
Sedangkan, Wakil Ketua KPID Jabar Almadina Rakhmaniar mengatakan, keluarga merupakan garda terdepan dalam membangun ketahanan digital.
“Orang tua, memiliki peran penting dalam mendampingi anak menghadapi derasnya arus informasi di dunia digital,” kata Almadina.
Almadina memperkenalkan program storytelling yang secara konsisten di laksanakan KPID Jabar sebagai media edukasi literasi digital bagi anak usia dini.






