SindoJabar, BANDUNG – Polisi masih terus menyelidiki kasus tewasnya Sumarna, seorang petugas keamanan (satpam) di Waduk Jatiluhur, kawasan Tanggul Kayat, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
Perkembangan penyelidikan, Satreskrim Polres Purwakarta menduga pelaku yang menghabisi nyawa korban Sumarna, lebih dari satu orang.
Dugaan itu muncul setelah penyidik memeriksa puluhan saksi. Apalagi, fakta saat dievakuasi dari Waduk Jatiluhur, jasad, kedua tangan korban terborgol ke belakang dan mulutnya tertutup lakban.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam mengatakan, saat ini penyidik mendalami berbagai kemungkinan untuk mengungkap tabir di balik kematian korban Sumarna.
“Ada beberapa motif yang kami dalam,” kata Kapolres Purwakarta kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026).
AKBP Febri menyatakna, sampai saat kini, penyidik Satreskrim Polres Purwakarta masih berupaya mengidentifikasi para pelaku pembunuhan tersebut.
Dari hasil analisis sementara dan penyelidikan awal di lapangan, ujar AKBP Febri, ada indikasi jumlah terduga pelaku lebih dari satu orang. “Kemungkinan lebih dari satu,” ujar AKBP Febri.
Periksa Puluhan Saksi
Saat ini Satreskrim Polres Purwakarta terus mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi di sekitar lokasi kejadian. Termasuk keluarga dan rekan kerja korban.
Penyidik Polres Purwakarta juga menunggu hasil visum resmi untuk memperjelas penyebab pasti kematian Sumarna.
Sebelumnya, satpam Sumarna (42) tewas tenggelam di Waduk Jatiluhur, kawasan Tanggul Kayat, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta pada Jumat (24/7/2026) siang.
Ada dugaan Sumarna menjadi korban pembunuhan yang di lakukan sekelompok pemuda anggota geng motor. Para pelaku dendam terhadap korban S yang pernah menegur mereka karena melakukan vandalisme di lokasi kejar korban.






