SindoJabar, BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta orang tua tidak memaksakan anak yang mengalami gejala flu untuk tetap bersekolah.
Imbauan itu disampaikan di tengah kewaspadaan Pemkot Bandung terhadap influenza A(H3N2) subclade K yang belakangan ramai disebut masyarakat sebagai ‘super flu’.
Farhan mengatakan, sejumlah kasus influenza A(H3N2) subclade K telah ditemukan dan sedang ditangani di fasilitas kesehatan di Kota Bandung. Bahkan, beberapa pasien disebut telah menjalani isolasi di rumah sakit.
Baca Juga:Persib Juara Super League 2025/2026, Ratnawati: Kebanggaan Seluruh Masyarakat Jawa Barat
“Ya, super flu nah di Kota Bandung ini ada beberapa ya. Bahkan kalau akang-akang, teteh-teteh itu melihat di rumah sakit beberapa memang sudah kita lakukan isolasi,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, kewaspadaan perlu kembali ditingkatkan bersama seluruh fasilitas kesehatan. Namun, masyarakat diminta tidak menyikapi kemunculan kasus tersebut dengan kepanikan.
“Maka kami akan sangat waspada terhadap super flu ini bersama-sama dengan semua fasilitas kesehatan agar kembali menghidupkan kewaspadaan. Seperti kita menghadapi kewaspadaan Covid,” katanya.
Farhan mengingatkan, masyarakat agar tidak menganggap flu sebagai penyakit ringan yang dapat diabaikan. Terlebih, apabila gejala dialami anak-anak.
Baca Juga:Rute Medan, Bandung dan Denpasar Dibuka, Penumpang Husein Ditarget Tembus 3.000 per Hari
“Untuk level warga, apabila mengalami sakit flu, jangan anggap remeh! Kalau anak-anak mengalami flu, sebaiknya tidak sekolah dulu. Pastikan ke dokter dulu,” ujarnya.
Farhan menyebut, beberapa gejala yang perlu mendapat perhatian antara lain demam tinggi yang berlangsung beberapa hari, gangguan penciuman, serta batuk cukup berat dan berlangsung lama.
Farhan juga akan membahas imbauan tersebut bersama Dinas Pendidikan Kota Bandung. Menurutnya, anak yang mulai menunjukkan gejala flu sebaiknya beristirahat di rumah untuk mengurangi potensi penularan di lingkungan sekolah.
“Iya, kalau untuk sekolah yang pasti gini, saya sampaikan. Ini saya baru mau rapat sama Disdik, saya akan menyampaikan pada prinsipnya gini kalau anak terlihat mulai mengalami gejala flu, jangan dipaksakan ke sekolah,” jelasnya.
Farhan menilai, lingkungan sekolah perlu menjadi perhatian karena aktivitas berkumpul dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit pernapasan.
“Karena biasanya penyebaran seperti kita belajar dari masalah Covid, terjadi ketika ada kumpul,” katanya.
Di sisi lain, Farhan meminta seluruh fasilitas kesehatan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan.
Hal itu disampaikan menyusul munculnya kekhawatiran mengenai kondisi sejumlah instalasi gawat darurat (IGD) yang disebut ramai akibat meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kasus flu.
“Ya, karena semua orang ketakutan sekarang ini. Flu sedikit juga karena ada super flu, jadi wajar lah gitu. Bagus kewaspadaan,” ungkapnya.
Namun, ia menegaskan tidak boleh ada pasien yang ditolak ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Tapi saya akan memastikan bahwa tidak ada satupun fasilitas kesehatan yang menolak pasien. Terima dulu, tangani, baru tanyakan tentang soal BPJS-nya,” katanya.
Baca Juga:DPRD Jabar Dorong RSKK Kabupaten Bandung Naik Status Jadi Tipe C
Selain meminta kewaspadaan, Farhan menyarankan masyarakat yang masih sehat mempertimbangkan vaksinasi influenza sebagai salah satu langkah pencegahan.
“Dan sebaiknya untuk yang masih sehat, segera saya sarankan bukan saya wajibkan saya sarankan untuk suntik vaksin flu,” pungkasnya.
Perlu diketahui, Kementerian Kesehatan mencatat influenza A(H3N2) subclade K telah terdeteksi di sejumlah provinsi, termasuk Jawa Barat. Dalam pemantauan Kemenkes, belum terdapat bukti bahwa subclade K menyebabkan penyakit yang lebih berat atau meningkatkan angka rawat inap dibandingkan influenza lainnya.
Kemenkes juga menyebut influenza A(H3N2) merupakan bagian dari influenza musiman. Masyarakat tetap diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker ketika sakit, serta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala berat. (*YM)






