Konferda GMNI Jabar, Buky Wibawa Titip Nilai Marhaenisme sebagai Episentrum Gerakan Sosial

SindoJabar, BANDUNG – Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa membuka Konferensi Daerah (Konferda) DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Barat, 20-22 September 2026.

Politisi yang akrab disapa BW itu menekankan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai marhaenisme di kalangan generasi muda.

Menurut Buky, Jawa Barat memiliki akar sejarah kuat sebagai lahirnya gagasan besar kebangsaan. Marhaenisme Bung Karno hingga Spirit of Bandung dari Konferensi Asia Afrika (KAA) menjadi bukti bahwa Jabar adalah panggung peradaban.

“Jawa Barat tidak bisa dipisahkan dari takdir sejarah perjuangan Indonesia. Jawa Barat episentrum gerakan bukan hanya soal geografis atau jumlah populasi, melainkan keberanian berpikir dan bertindak,” kata Buky.

Dia juga mendorong kader GMNI untuk tidak berhenti pada wacana, melainkan mampu mentransformasikan dialektika pemikiran menjadi manifestasi nilai peradaban dan keadilan sosial.

Pada kesempatan itu, Buky juga melontarkan kritik tajam terkait potret generasi muda saat ini. Dia menyayangkan semakin langka anak muda yang bercita-cita menjadi petani.

Buky menyatakan, generasi muda saat ini lebih tergiur jalur instan menjadi pegawai dan buruh pabrik. Bahkan rela mengeluarkan uang di awal agar bisa di terima bekerja. Ketimbang bertahan di tanah pertanian warisan orang tua.

“Ini kenyataan. Karena tidak pernah ada program yang memperlawankan keinginan generasi muda untuk tetap bertahan di tanah pertanian,” ujarnya.

Sumbangsih Pemikiran

Karena itu, Buky menantang GMNI Jabar untuk mengambil peran strategis memberikan sumbangsih pemikiran kepada pemerintah daerah.

“Di sini tantangan kita. Tantangan GMNI untuk memberi sumbangsih pemikiran kepada pemerintah. Buat program yang mempertantangkan keinginan anak-anak kerja di pabrik atau pegawai dengan keinginan tetap menjadi petani,” tutur Buky.

Dia berharap Konferda GMNI Jabar berjalan sukses, lancar, dan melahirkan kepemimpinan baru yang mampu menyumbangkan gagasan besar bagi Jawa Barat.

Ketua DPD GMNI Jabar Bayu Hidayatulloh yang akan segera demisioner, juga berharap dinamika Konferda GMNI Jabar tidak menimbulkan perpecahan.

“Semoga DPD GMNI Jabar kembali membawa jalan revolusi yang telah lama terurai, membangun semangat sama, persatuan. GMNI Jabar harus segera membuka lembaran baru,” tandas Bayu.