Napi Lapas Warungkiara Sukabumi Kabur Diduga Sembunyi di Hutan

SindoJabar, BANDUNG – Patah alias Acil, narapidana (napi) Lapas Kelas IIB Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, kabur saat menjalani program asimilasi menjelang bebas.

Saat ini, petugas gabungan dari Lapas Warungkiara dan kepolisian sedang memburu Patah. Namun telah lebih dari satu pekan, upaya pencarian terhadap Patah belum membuahkan hasil.

Pria yang dihukum karena kasus pencurian dengan pemberatan (curat) itu diduga bersembunyi di hutan pelosok Kabupaten Sukabumi.

Selain memburu Acil, petugas Lapas Warungkiara juga tengah memproses sipir terkait dugaan kelalaian dalam kasus napi kabur tersebut.

Kakanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jabar Yudi Suseno mengatakan, berdasarkan informasi terakhir, Acil terlacak di hutan pelosok Sukabumi.

“Infonya (Acil kabur) ke daerah-daerah perkebunan ke hutan daerah Sukabumi pedalaman. Mungkin sudah merasa semakin terbatas aksesnya,” kata Kakanwil kepada wartawan, Rabu (26/8/2026).

Galau Usai Tepergok Main HP

Sebelumnya, Kakanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakat Jabar Yudi Suseno mengonfirmasi napi Patah alias Acil kabur saat menjalani program asimilasi di Lapas Kelas IIB Warungkiara, Kabupaten Sukabumi pada Senin (17/8/2026) lalu. “Iya (betul ada narapidana melarikan diri)” kata Yudi Suseno.

Yudi menjelaskan, sebenarnya, Acil segera bebas dari lapas dua bulan lagi. Karena itu, Acil menjalani program asimilasi di Pondok Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas IIB Warungkiara.

“Napi yang lari (Patah alias Acil) sebetulnya sudah kerja di kegiatan sarana asimilasi dan edukasi di lahan SAE,” ujar Yudi.

Namun, ketika sedang menjalani asimilasi, Acil tepergok petugas sedang bermain handphone (HP) sehingga mendapat teguran.

Menurut Yudi, di duga khawatir teguran itu berpengaruh terhadap penilaian asimilasi oleh Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), Acil nekat kabur dari lapas.

“Mungkin karena kepikiran terus, jadi galau. Sebab, komitmen yang kerja di program tersebut, tidak boleh melanggar aturan. Jadi (Acil) ambil kesempatan untuk kabur,” ujar Yudi.