Rayakan HUT ke-34, Ina Cookies Gelar Sayembara Cipta Rasa Angkat Bahan Lokal

SindoJabar, BANDUNG – Merayakan perjalanan 34 tahun sebagai salah satu brand kukis keluarga Indonesia, Ina Cookies menggelar acara berbeda. Tahun ini, untuk pertama kalinya, Ina Cookies menggelar Sayembara Cipta Rasa INA sebagai bagian dari rangkaian Pekan Raya Ina.

Grand Final Sayembara Cipta Rasa INA berlangsung di Pabrik Ina Cookies, Bandung, Sabtu (12/9/2026). Kompetisi ini mengajak masyarakat mengeksplorasi kekayaan cita rasa Indonesia melalui kreasi kuliner berbahan lokal dan tradisional.

Ketua Pelaksana Sayembara Cipta Rasa INA Najiha Al Sakinah mengatakan kegiatan tersebut merupakan puncak dari rangkaian Pekan Raya Ina yang berlangsung selama tiga bulan.

Sebelumnya, Ina Cookies menggelar roadshow ke sejumlah daerah untuk memperkenalkan Ina Cookies sekaligus mengajarkan pembuatan produk kue kering.

Roadshow itu untuk memperkenalkan Ina Cookies di seluruh nasional gitu ya, di Pulau Jawa sampai ke luar pulau juga. Nah, puncaknya itu di Sayembara Cipta Rasa Ina,” kata Najiha.

Menurut Najiha, Sayembara Cipta Rasa INA bertujuan menjadi bagian dari proses pengembangan produk baru Ina Cookies menggunakan bahan baku tradisional Indonesia.

“Karena untuk bocorannya aja, NPL (New Product Launching) kita itu masih menggunakan bahan baku tradisional, gitu,” ujarnya.

Najiha menuturkan, gagasan mengangkat bahan lokal tersebut sesuai dengan visi dan misi perusahaan Ina Cookies yang ingin memanfaatkan sekaligus mengangkat bahan pangan tradisional yang tersedia di Indonesia.

“Kami menggunakan atau menjunjung nilai tradisional juga. Ina Cookies itu kan sebenarnya, Ina singkatan dari Indonesia ya. Jadi emang kita angkat bahan baku lokal tradisional Indonesia,” tutur Najiha.

Pengembangan Resep Peserta

Dalam proses awalnya, kata Najiha, puluhan peserta mengirimkan ide melalui video. Kemudian dikurasi untuk menentukan mereka yang dapat mengikuti Sayembara Cipta Rasa INA secara langsung.

Najiha menegaskan bahwa kompetisi tersebut tidak secara otomatis menghasilkan kerja sama antara Ina Cookies dan para pemenang. Peserta akan mendapatkan hadiah untuk juara 1, 2, dan 3.

Untuk resep yang dihasilkan dalam kompetisi, Ina Cookies tidak langsung menggunakan resep peserta sebagai produk komersial. Resep tersebut masih dapat dikembangkan melalui proses penelitian dan pengembangan atau R&D.

“Nah, untuk produknya kita enggak akan pakai resep dari mereka. Kita hanya pure untuk kompetisi pembuatan kue aja. Tapi nanti bisa kita sesuaikan dengan resep yang kami miliki untuk produk baru,” ucap dia.

Perwakilan juri Ina Cookies Voula Nur Rahmaniar mengatakan, Sayembara Cipta Rasa INA menjadi puncak perayaan ulang tahun ke-34 Ina Cookies setelah rangkaian roadshow selama tiga bulan.

Dalam roadshow tersebut, Ina Cookies berkeliling ke sejumlah daerah, mulai dari Cirebon, Gresik, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Bandung, Jakarta hingga Bogor.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mengajarkan pembuatan produk best seller Ina Cookies, Choco Cheese Almond.

“Jadi tiga bulan kemarin, ulang tahun ke-34 tahun kita, kita tuh roadshow keliling Indonesia gitu, mengajarkan kue kering, salah satu best seller kita yaitu Choco Cheese Almond,” kata Voula.

Untuk Sayembara Cipta Rasa INA, peserta sebelumnya hanya mengirimkan ide, judul dan video pembuatan kreasi. Produk belum harus dibuat secara langsung saat tahap pengiriman tersebut.

Peserta dari Berbagai Daerah

Latar belakang peserta pun beragam, mulai dari profesional chef, home baker hingga pelaku UMKM. Mereka berasal dari sejumlah daerah, Bandung, Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang, Malang, Yogyakarta, Gresik hingga Sumatra Utara.

“Jadi banyaknya juga memang ini para UMKM kalau kita lihat dari Instagram-nya ya, karena mereka submit videonya itu harus di-up ke media sosial,” ujar Voula.

Menurut Voula , ide peserta cukup beragam dan unik. Bahkan beberapa di antaranya menggunakan bahan yang tidak lazim dalam kreasi kue kering. Seperti lele dan andaliman.

“Unik! Tadi lele coba, pernah enggak makan kue kering lele, ada andaliman, dan banyak bahan baku lokal lain,” tutur Voula.

Keunikan ide tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian juri. Namun, penilaian tidak hanya berdasarkan nama atau konsep kreasi yang diajukan peserta.

“Jadi kan di sini makanya penilaiannya tadi ada tiga ya, bukan cuma dari nama dan behind the scene-nya doang, tapi dari rasa juga dan tampilan,” ucapnya.

Salah satu hal yang membuat babak final berbeda adalah peserta baru mengetahui bahan utama yang menjadi petunjuk pada hari pelaksanaan.

Voula mengatakan, sebelum kompetisi dimulai, peserta tidak di beri tahu mengenai bahan yang akan di pakai. Karena itu, kreasi yang mereka bawa bisa saja berubah setelah mendapatkan petunjuk dari panitia.

Bahan yang menjadi petunjuk dalam babak final adalah kelapa. Bahan tersebut harus di masukkan ke dalam kreasi peserta.

“Itu baru di kasih tahu tadi ya di hari H. Jadi sebelumnya mereka udah submit tuh macam-macam, ada yang bikin dari emping melinjo, klappertaart, hingga lele,” kata Voula.

Bahan Baku Harus Halal

Peserta tetap boleh berkreasi setelah mengetahui bahan tersebut. Ina Cookies menyediakan sejumlah bahan dasar margarin, butter, dan tepung. Sementara bahan tambahan tertentu harus di bawa oleh peserta.

Salah satu ketentuannya adalah bahan yang digunakan harus halal. “Karena Ina Cookies itu udah halal,” ujar Voula.

Kelapa di pilih bukan sekadar menjadi tantangan dalam kompetisi. Voula mengatakan, bahan tersebut juga berkaitan dengan rencana Ina Cookies dalam mengembangkan produk baru yang mengangkat cita rasa Indonesia.

“Makanya kita kasih bahan baku si kelapa itu, karena kita ini tuh ya tadi, cita rasa Indonesianya tuh ada di kelapa,” ujarnya.

Dari tiga pemenang yang nanti di tetapkan, hanya kreasi juara pertama yang berpeluang di kembangkan menjadi produk baru Ina Cookies.

Meski demikian, produk tersebut tidak serta-merta dipasarkan menggunakan resep peserta. Kreasi juara pertama masih akan melalui proses kurasi dan penyesuaian rasa oleh tim R&D Ina Cookies.

“Karena kan ini kan ingredients-nya kan masih yang ada di sini kan. Tapi nanti pasti kita kurasi lagi lewat R&D (Research and Development) gitu,” tutur Voula.

Dengan mekanisme tersebut, Sayembara Cipta Rasa INA tidak hanya menjadi kompetisi dalam rangka memperingati ulang tahun ke-34 Ina Cookies.

Kompetisi ini juga menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, home baker dan profesional chef, untuk mengeksplorasi bahan lokal Indonesia.

Ina Cookies ingin menunjukkan bahwa bahan pangan tradisional memiliki peluang untuk diolah menjadi kreasi kuliner inovatif dan sesuai dengan selera masa kini.

Perayaan 34 tahun Ina Cookies bukan sekadar mempertahankan cita rasa yang telah di kenal keluarga Indonesia, tetapi juga membuka ruang bagi inovasi dengan tetap membawa kekayaan rasa Nusantara.