Cara Kreatif BNNP Jabar Ingatkan tentang Bahaya Narkoba lewat Pasanggiri Agung Kawih Sinom

SindoJabar, BANDUNG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jabar melakukan cara kreatif untuk mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda, akan bahaya narkotika dan obat berbahaya lewat Pagelaran Pasanggiri Agung “Kawih Sinom Narkoba Musuh Bangsa”.

Acara yang memadukan kampanye antinarkoba dengan seni budaya itu berlangsung di Gedung Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan, Kota Bandung, Senin (14/9/2026).

Kepala BNNP Jabar Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono SIK mengatakan, pendaftaran dan pengiriman karya dibuka dari 10 sampai 31 Agustus 2026.

Dari 182 peserta yang mendaftar, setelah melalui seleksi ketat, dewan juri secara objektif memilih 16 besar. Selanjutnya, dewan juri menyeleksi kembali hingga terpilih delapan besar dalam dua kategori. Kategori umum 8 peserta dan 8 peserta kategori pelajar.

“Acara ini bukan sekadar lomba vokal biasa, tetapi ini menjadi ajang kolaborasi kearifan lokal Jawa Barat dengan semangat masyarakat untuk melawan narkoba,” kata Kepala BNNP Jabar.

Brigjen Pudjo menyatakan, melalui lirik kawih sinom yang penuh pesan moral, para peserta menyampaikan kampanye antinarkoba dengan cara lebih ekspresif dan menyentuh hati masyarakat.

“Kenapa saya memakai cara tradisional. Karena, budaya tradisional itu, adi luhung. Budaya yang sangat baik. Bisa menginternalisasi nilai. Kakek moyang kita, dua ribu tahun lalu, kurang lebih, menciptakan ini (sinom). Ini tidak hanya ditembangkan di Jawa Barat, tapi juga Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, bahkan sampai NTB,” ujar Brigjen Pudjo.

Melalui sinom, tutur Kepala BNNP Jabar, orang tua memberikan nasihat dan nilai-nilai ideal kepada anak-anaknya. Tujuannya agar mereka menjadi manusia yang bagus, paripurna.

Dia berharap sinom menjadi nilai mendalam bagi anak-anak di Jawa Barat, yang mungkin saat ini masih SD, SMP, SMA. Agar mereka tahu bahwa narkoba menghabiskan harta dan merusak pikiran. “Hayang ngapung malah linglung (ingin melayang justru menjadi gila),” tutur Kepala BNNP Jabar.

Jadi Muatan Lokal di Jawa Barat

Brigjen Pudjo mengucapkan terima kasih kepada Kepala BNN RI dan Gubernur Jawa Barat atas atensi dan dukungan dalam pelaksanaan Pasanggiri Agung Kawih Sinom Narkoba Musuh Bangsa ini.

Kegiatan ini akan di serahkan kepada Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Dr (HC) Suyudi Ario Seto sebagai bagian dari program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Antinarkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba).

Pasanggiri Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” akan di integrasikan sebagai implementasi materi Inovasi Keluarga Antinarkoba (Ikan) menjadi salah satu muatan lokal sekolah di Jawa Barat.

“Melalui pasanggiri ini, pelajar, pemuda, dan masyarakat Jawa Barat memiliki kegiatan positif, kreatif, dan tetap berakar pada budaya sendiri. Generasi muda yang cinta kesenian, memiliki ruang untuk berekspresi secara sehat. Tidak ada lagi celah narkoba masuk dan merusak masa depan,” ucap Brigjen Pudjo.

Kepala BNNP Jabar mengungkapkan, Jawa Barat menjadi titik kumpul para bandar narkoba. Dari Jawa Barat, mereka mengedarkannya ke seluruh daerah di Pulau Jawa, bahkan Indonesia.

“Belajar dari pengalaman pengungkapan besar kasus narkoba. Seperti di Palabuhanratu (Sukabumi), Pangandaran, Cimahi, Bogor, dan Sumedang,” ujar Kepala BNNP Jabar.

Narkoba tersebut, tutur Brigjen Pudjo, tidak hanya di edarkan di Jabar, tetapi juga ke provinsi lain. Berdasarkan data, di Jabar, 44 persen yang beredar adalah obat terlarang dan 12 persen narkotika.

Obat terlarang itu, menjadi pemicu kejahatan jalanan. Seperti, geng motor, begal, dan tawuran. Para pelaku masih remaja dan terindikasi mengonsumsi obat keras terlarang.

“Pada 2025, Jawa Barat masuk lima besar pengguna narkoba. Tetapi, sebagian besar 44 persen pengguna obat keras terlarang. Sedangkan daerah lain, lebih banyak sabu,” tutur Brigjen Pudjo.