Saeful Bachri Sebut Koperasi Merah Putih Dapat Sejahterakan Petani

Jawa Barat154 Dilihat

sindojabar.com – Pemerintah daerah diminta memperkuat peran Koperasi Merah Putih agar mampu menjadi lembaga penyangga harga bagi petani di Jawa Barat.

Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Saeful Bachri, menyebut koperasi ini berpotensi menjadi “Bulog Mini” yang menyerap hasil pertanian dan hortikultura langsung dari petani.

Baca Juga:Saeful Bachri Tekankan Hilirisasi Jadi Kunci Kesejahteraan Petani Jabar

Ia menilai selama ini tidak ada lembaga yang dapat membeli hasil bumi secara konsisten. Situasi ini membuat harga produk pertanian mudah dikuasai tengkulak, bahkan beberapa petani terjebak dalam praktik ijon karena membutuhkan dana sebelum panen.

Selain itu kata Saeful, Koperasi Merah Putih memiliki peluang besar karena mendapatkan dukungan permodalan Rp3–5 miliar dari perbankan. Namun ia menekankan bahwa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kualitas SDM pengelolanya.

Baca Juga:PHK di Jabar Tertinggi Nasional, Legislator Desak Disnakertrans Cari Solusi Konkret

“Masalahnya, sebagian pengurus koperasi bukan berasal dari kalangan profesional. Ada yang hanya titipan atau kerabat aparat desa. Padahal perputaran uang ke depan bisa mencapai miliaran rupiah per desa. Maka SDM-nya harus diperkuat,” kata Saeful Bachri belum lama ini.

Ia mendorong Pemprov bersama dinas koperasi memberikan pelatihan khusus bagi seluruh pengurus Koperasi Merah Putih. Dengan manajemen yang baik, koperasi dapat menyerap hasil panen petani, menyediakan pupuk bersubsidi, dan ikut memenuhi kebutuhan bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang setiap hari membutuhkan pasokan sayur dan bahan pokok.

Baca Juga:Lucky Hakim Sahkan Perbup Pesantren, Harap Generasi Muda Indramayu Berakhlak Mulia

“Jika koperasi dapat berfungsi optimal, petani tak lagi bergantung pada tengkulak, harga lebih terjaga, dan ekonomi desa berkembang lebih cepat,” pungkasnya. (Abd)