Bandung Startup Pitching Day Juni 2026: Inovasi Berdampak dan Masa Depan yang Berkelanjutan

SINDOJABAR.COM – Bandung Startup Pitching Day (BSPD) kembali digelar di Gedung Freeport SBM ITB, mempertemukan startup tahap awal dengan puluhan investor dari dalam dan luar negeri. Gelaran ke-13 ini diinisiasi oleh lima penggerak ekosistem startup di Bandung, yaitu The Greater Hub SBM ITB, Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB, Geek Hunter, Startup Bandung, dan BLOCK71 Bandung.

Acara dibuka oleh Dr. rer. pol. Eko Agus Prasetio, S.T., M.B.A., Wakil Dekan Bidang Akademik SBM ITB; Melia Famiola, S.T.P., M.T., Ph.D., Deputi Direktur Bidang Pengembangan Bisnis Kawasan DKST ITB; dan Dr. Dina Dellyana selaku Ketua Pelaksana.

Dalam sambutannya, Dr. Eko menyoroti pesatnya perkembangan ekosistem startup di Indonesia dan pentingnya dukungan pendidikan berbasis inovasi dalam mendorong lahirnya wirausaha masa depan. Ia menegaskan bahwa SBM ITB sebagai sekolah bisnis memiliki komitmen untuk mencetak entrepreneur yang tidak hanya mampu membangun bisnis yang berkelanjutan, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai tantangan di masyarakat.

“Sebagai sekolah bisnis, SBM ITB berkomitmen untuk menciptakan entrepreneur yang tidak hanya mampu membangun bisnis, tetapi juga menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan di masyarakat. Melalui Bandung Startup Pitching Day, kami berharap para founder dapat memperoleh kesempatan terbaik untuk berinteraksi langsung dengan investor, venture capital, mentor, dan pelaku industri. Semoga forum ini menjadi ruang yang bermanfaat untuk mendapatkan masukan, membangun jejaring, dan membuka peluang kolaborasi yang dapat mendukung pertumbuhan startup ke tahap berikutnya,” ungkapnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik SBM ITB, Eko Agus Prasetio, S.T., MBA., menyampaikan sambutan pada penyelenggaraan Bandung Startup Pitching Day (BSPD) 2026, di Gedung Freeport SBM ITB, Kota Bandung, Rabu (24/6/2026). SJ/Gani Kurniawan

Dr. Dina menekankan peran BSPD sebagai ajang yang menjembatani proses inkubasi startup dengan kebutuhan industri. “Inkubator universitas dan komunitas cukup agile dalam mendampingi startup. Lewat BSPD, kami mendapat insight langsung dari investor dan VC. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus menyesuaikan kurikulum dan program agar startup binaan siap tumbuh dan relevan di pasar,” jelasnya.

Melia Famiola, S.T.P., M.T., Ph.D., Deputi Direktur Bidang Pengembangan Bisnis Kawasan DKST ITB, menambahkan bahwa BSPD menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan inovasi dengan peluang. “Startup membutuhkan lebih dari sekadar ide yang baik. Akses terhadap jejaring, pendampingan, dan permodalan menjadi faktor penting agar inovasi dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak nyata. Karena itu, DKST ITB terus memperkuat sinergi antara akademisi, industri, investor, dan komunitas startup untuk mempercepat lahirnya inovasi yang berkelanjutan dan berdaya saing,” ujarnya.

Perwakilan startup CEO Batari Energy Dr. Muhammad Alief Irham (kedua dari kanan) menjelaskan produk inovasinya kepada Deputi Direktur Bidang Pengembangan Bisnis Kawasan DKST ITB Melia Famiola, S.T.P., M.T., Ph.D., Professor of Entrepreneurship and Head of Entrepreneurship and Technology Management (ETM) Research Group SBM ITB Wawan Dhewanto, Ph.D, Wakil Dekan Bidang Akademik SBM ITB Eko Agus Prasetio, S.T., MBA., dan Kepala Inkubator The Greater Hub SBM ITB Dr. Dina Dellyana, di sela-sela penyelenggaraan Bandung Startup Pitching Day (BSPD) 2026, di Gedung Freeport SBM ITB, Kota Bandung, Rabu (24/6/2026). SJ/Gani Kurniawan

Semangat kolaborasi tersebut tercermin dalam partisipasi para startup yang mengikuti BSPD 2026. Pada tahun ini, sebanyak 21 startup terpilih dari berbagai sektor mempresentasikan inovasi mereka di hadapan investor melalui sesi pitching dan diskusi. Startup yang berpartisipasi dalam BSPD 2026 meliputi Aleya, ADACareer, Agroboot, Batari Energy, Caraku Academy, COFRE, Concorde Systems, Distrova, Garapdata, Glowhub, HeyAI, KILATSOON, Mantis Agritech, Navigasee, NutriAI, SocialPet.ID, Titik0, Tofly, WearaTech, Welo Hub, dan Zyx Academy.

Selain sesi pitching utama, BSPD 2026 juga menghadirkan Artha Investor Speed Dating, sebuah sesi networking dan matchmaking eksklusif yang mempertemukan founder startup tahap awal dengan investor dalam format diskusi yang lebih personal dan terarah. Melalui sesi ini, sepuluh startup terpilih mendapatkan kesempatan untuk berdialog secara langsung dengan investor guna memperoleh masukan strategis, memperluas eksposur bisnis, serta membangun koneksi yang berpotensi membuka peluang pendanaan maupun kolaborasi di masa depan.

Seorang peserta memaparkan produk inovasinya pada penyelenggaraan Bandung Startup Pitching Day (BSPD) 2026, di Gedung Freeport SBM ITB, Kota Bandung, Rabu (24/6/2026). SJ/Gani Kurniawan

Startup yang terpilih mengikuti Artha Investor Speed Dating tahun ini adalah Flame Street, MilkyButter Bakehouse, Saiba Donburi, Ezwift Research & Technology, Tanabur, Migimo, Sustainesia, ARAMAYA, Natannce Corporation, dan Focuzen. Kehadiran sesi ini semakin memperkuat komitmen BSPD sebagai wadah yang tidak hanya memberikan panggung bagi startup untuk mempresentasikan inovasinya, tetapi juga memfasilitasi interaksi yang lebih mendalam dengan para pelaku ekosistem investasi.

Investor yang hadir berasal dari berbagai institusi investasi, venture capital, dan organisasi pendukung ekosistem startup, di antaranya Aixel, Angin Foundation, BNI Ventures, DSX Ventures, Fintech Syariah PT Koaci Sinergi Indonesia, Genesia Ventures, Hasan VC, ID Opentech Group, Impacto, Indonesian Bankers Club, Init-6, Investideas, Invst ID, KADIN, Mandiri Capital Indonesia, MDI Ventures, Number Capital, Pasita Asean, Rahmania Foundation, Rahmania Islamic Social Ventures, Spill Ventures, Telkomsel Ventures, dan TNYI.

Dua orang peserta memaparkan produk inovasinya pada penyelenggaraan Bandung Startup Pitching Day (BSPD) 2026, di Gedung Freeport SBM ITB, Kota Bandung, Rabu (24/6/2026). SJ/Gani Kurniawan

Interaksi yang terbangun selama sesi Artha Investor Speed Dating menghasilkan berbagai masukan strategis bagi para founder sekaligus menjadi ruang penjajakan peluang investasi. Sebagai bentuk apresiasi, investor juga memilih tiga startup terbaik berdasarkan potensi bisnis, kesiapan pengembangan, serta daya tarik investasinya. Flame Street Indonesia berhasil meraih peringkat pertama, diikuti oleh Tanabur di posisi kedua, dan Natannce Corporation di posisi ketiga.

Selain mempertemukan startup dengan investor dan pelaku industri, BSPD 2026 juga memberikan apresiasi kepada startup yang menunjukkan performa dan potensi terbaik selama rangkaian kegiatan. Sebagai bentuk penghargaan, BSPD ke-13 memberikan empat kategori apresiasi, yaitu The Most Innovation, The Best Pitch, The Most Impactful, dan The Most Marketable. Tahun ini, KILATSOON, TOFLY, WearaTech, dan Batari Energy berhasil meraih penghargaan tersebut atas inovasi, kualitas presentasi, potensi dampak, dan peluang pengembangan bisnis yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung.

Salah seorang investor bertanya kepada peserta yang telah memaparkan produk inovasinya pada penyelenggaraan Bandung Startup Pitching Day (BSPD) 2026, di Gedung Freeport SBM ITB, Kota Bandung, Rabu (24/6/2026). SJ/Gani Kurniawan

Dengan model kegiatan yang secara langsung menghubungkan startup dengan investor, pemangku kepentingan, dan mitra ekosistem, BSPD terus memperkuat posisinya sebagai platform yang relevan dalam mendukung lahirnya inovasi yang berkelanjutan dan berdampak nyata.

Melalui pertemuan langsung antara startup, investor, akademisi, dan pelaku industri, BSPD tidak hanya membuka peluang pendanaan, tetapi juga mendorong lahirnya kolaborasi strategis yang dapat mempercepat pertumbuhan startup Indonesia. Ke depan, BSPD diharapkan dapat terus menjadi katalis bagi pengembangan ekosistem inovasi sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu pusat kewirausahaan dan teknologi terdepan di Indonesia.*