Sindojabar.com, — Persaingan dunia kerja yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi digital membuat kebutuhan tenaga kerja terampil kian mendesak. Melihat kondisi itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat kerja sama strategis dengan Huawei Indonesia guna memperluas pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan program magang berbasis kompetensi digital.
Nota kesepahaman ditandatangani Kepala Pusat Pasar Kerja Kemnaker R. Nurhidajat bersama Direktur SDM Huawei Indonesia Andhi Mufti, serta disaksikan Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan transformasi teknologi yang terus berkembang menuntut kesiapan SDM yang mampu beradaptasi dengan cepat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan dunia industri dinilai menjadi langkah penting untuk menciptakan tenaga kerja yang siap menghadapi perubahan kebutuhan pasar.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan SDM yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki keterampilan sesuai perkembangan teknologi,” ujar Cris, Kamis (28/5/2026)
Menurutnya, Kemnaker terus mendorong penguatan pelatihan vokasi dan program magang yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri. Kehadiran Huawei Indonesia dalam kerja sama ini diyakini dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi, komunikasi, hingga digitalisasi industri.
Tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi, Kemnaker juga mulai melakukan pembenahan tata kelola program magang melalui penguatan regulasi serta sistem pengawasan berbasis digital. Langkah tersebut dilakukan agar program magang tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi peserta maupun perusahaan.
“Program magang harus berjalan dengan tata kelola yang baik. Karena itu, pemerintah hadir melalui regulasi agar pelaksanaannya lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi peserta maupun perusahaan,” kata Cris.
Kerja sama ini juga menjadi sinyal bahwa kebutuhan talenta digital di Indonesia terus meningkat seiring percepatan transformasi industri dan perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan, cloud computing, hingga jaringan digital.
Ke depan, Kemnaker menyatakan akan terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha, lembaga pelatihan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperluas akses pelatihan vokasi dan program magang di berbagai daerah.
“Upaya tersebut dilakukan guna mendukung terciptanya SDM yang kompeten dan mampu bersaing di tengah perkembangan industri yang terus berubah,” pungkasnya.






