Jelang Musda, Tokoh Senior Golkar Cianjur Solid Dukung Metty Triantika Jadi Ketua DPD

SindoJabar.com – Dinamika politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Cianjur semakin menghangat. Sejumlah tokoh senior dan sesepuh partai solid mendukung Metty Triantika menjadi Ketua DPD Partai Golkar Cianjur periode 2026-2031.

Dukungan itu disampaikan para tokoh senior dan sesepuh partai dalam diskusi politik di salah satu kafe di Cianjur, Selasa (7/7/2026) malam.

Diskusi juga dihadiri kader lintas organisasi yang didirikan dan mendirikan Partai Golkar, serta organisasi sayap partai.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menghasilkan satu benang merah. Mayoritas peserta menyatakan dukungan kepada Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Metty Triantika untuk memimpin DPD Partai Golkar Cianjur periode mendatang.

Mereka menilai Golkar membutuhkan figur pengalaman panjang dalam organisasi, rekam jejak kepemimpinan, kemampuan mengonsolidasikan kader, dan diterima berbagai kalangan.

Diskusi itu juga membahas dinamika munculnya nama Isfan Taufik Munggaran sebagai kandidat yang disebut mendapat dukungan dari kepengurusan petahana.

Isfan saat ini merupakan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Cianjur yang menggantikan almarhum Budhi Setiawan, anggota DPR RI yang wafat secara mendadak saat menjalankan tugas negara.

Dalam pembahasan tersebut, sejumlah peserta menyinggung perjalanan politik keluarga Isfan yang telah lama mewarnai kepemimpinan Golkar Cianjur.

Ketua DPRD Cianjur Metty
Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika dijagokan untuk memimpin DPD Partai Golkar Cianjur periode 2026-2031. (FOTO: ISTIMEWA)

Perjalanan Politik

Isfan merupakan keponakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur saat ini, TB Mulyana Syahrudin, sekaligus putra almarhum Ade Barkah Surahman, mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur.

Ade Barkah sebelumnya pernah tersangkut perkara korupsi. Sedangkan ayahnya H Syahrudin MT juga pernah memimpin DPD Partai Golkar Cianjur pada periode sebelumnya.

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Suryakancana sekaligus kader senior Partai Golkar Dr Kuswandi SH MH mengatakan, Partai Golkar Cianjur sesungguhnya masih memiliki modal politik sangat besar untuk kembali menjadi kekuatan politik utama di Kabupaten Cianjur.

“Golkar Cianjur memiliki basis konstituen besar dan loyal. Penurunan suara yang pernah terjadi lebih banyak di pengaruhi situasi politik tidak normal. Kalau semua bertanding dalam kondisi yang sama, saya yakin Golkar mampu kembali menjadi kekuatan besar,” kata Kuswandi.

Menurut Kuswandi, kekuatan Golkar tidak hanya bertumpu pada mesin politik, tetapi juga ikatan historis dan emosional yang telah terbentuk selama puluhan tahun di tengah masyarakat.

Modal tersebut, ujar Kuswandi, harus di jaga melalui konsolidasi organisasi yang sehat serta regenerasi kepemimpinan yang berjalan secara meritokratis.

Menurut Kuswandi, kepemimpinan partai tidak semestinya di bangun semata-mata atas dasar popularitas atau hubungan kekerabatan.

Proses Kaderisasi

Bagi Kuswandi, proses kaderisasi merupakan fondasi utama agar organisasi tetap tumbuh sehat.

“Politik bukan hanya soal popularitas atau faktor keturunan. Golkar Cianjur membutuhkan pemimpin matang, berpengalaman membangun organisasi dari bawah, mampu menyatukan seluruh kader, dan mempunyai visi mengembalikan kejayaan Golkar di Cianjur,” ujarnya.

Kuswandi mengakui Isfan merupakan kader muda yang memiliki potensi. Namun, momentum untuk memimpin organisasi sebesar DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur belum tepat.

“Isfan mempunyai potensi besar. Tetapi menurut saya belum saatnya. Dia masih memiliki ruang untuk memperkaya pengalaman organisasi dan mematangkan kapasitas kepemimpinan. Justru sebagai kader senior, kami berkewajiban membantu proses pematangan itu,” tutur Kuswandi.

Dia menegaskan akan menyampaikan pandangan serupa secara langsung kepada Isfan jika memiliki kesempatan bertemu.

“Saya mengenal Isfan sejak kecil. Apa yang saya sampaikan bukan karena sentimen pribadi, melainkan bentuk kepedulian terhadap proses kaderisasi. Saya ingin setiap kader berkembang pada waktunya sehingga ketika memimpin, benar-benar matang,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPC Ormas MKGR Cianjur Firman Mulyadi mengatakan, dinamika yang berkembang menjelang musda, wajar dalam kehidupan organisasi.

Perbedaan pandangan antarkader, kata Firman, telah berlangsung sejak lama dan harus di sikapi secara dewasa.

“Saya menyaksikan sendiri dinamika hubungan antarkader, termasuk sejak hadirnya Ibu Metty Triantika. Perbedaan pandangan selalu ada, tetapi saya melihatnya sebagai proses politik sehat,” kata Firman.

Musda 2026 Momentum Penting

Menurut Firman, yang paling penting adalah bagaimana masa depan Partai Golkar Cianjur di bangun melalui kaderisasi, pengalaman, dan proses pembelajaran berkelanjutan.

Firman menilai musda kali ini akan menjadi momentum penting bagi Golkar Cianjur untuk menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.

“Figur yang terpilih harus mampu mengonsolidasikan seluruh kekuatan partai sekaligus menyiapkan kemenangan Golkar pada kontestasi politik mendatang,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah peserta juga menyampaikan harapan agar Musda menjadi ruang kompetisi yang sehat, demokratis, dan mengedepankan kualitas kader.

Mereka menilai Golkar membutuhkan kepemimpinan yang lahir dari rekam jejak, kapasitas, dan pengabdian panjang kepada organisasi.

Sehingga, mampu mengembalikan posisi Golkar sebagai kekuatan politik utama di Kabupaten Cianjur. Sekaligus menyiapkan kader terbaik untuk memimpin daerah pada masa datang.