SindoJabar, CIANJUR – Yayasan Al-Fatima menggelar syukuran dan peluncuran buku “Mak Kokom: Penjaga Nyala Rumah Hanjawar” karya Saep Lukman dan Tosca Santoso di Kampung Hanjawar, Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Selasa (27/10/2026).
Hadir sejumlah tokoh, kerabat, dan sahabat dari Jakarta, Bogor, Depok, serta daerah lain di acara itu. Mak Kokom bercerita langsung kepada para undangan mengenai perjalanan hidupnya yang terangkat dalam buku tersebut.
Penulis Tosca Santoso mengatakan, penulisan buku itu memberikan kesempatan untuk memahami sejarah melalui pengalaman seorang perempuan dalam mempertahankan keluarga dan menjalankan pengabdian sosial.
“Menulis kisah Mak Kokom mengingatkan kami bahwa sejarah juga hidup dalam pengalaman sehari-hari. Dari membesarkan anak, membawa makanan ke penjara, hingga membuka rumah untuk orang lain,” kata Tosca.
Menurut dia, keteguhan Mak Kokom terlihat dari kesediaannya membantu sesama setelah melewati berbagai kesulitan dalam kehidupan pribadi dan keluarganya.
Penulis lainnya, Saep Lukman mengatakan, ingatan Mak Kokom dan dokumen keluarga menjadi bagian penting dalam penulisan buku tersebut.
“Menulis Mak Kokom memberi saya kesempatan memahami sejarah Cianjur melalui ingatan seorang ibu, foto keluarga, surat, dan kerja sosialnya. Pengalaman itu memperlihatkan betapa banyak pengabdian perempuan yang perlu dicatat dan diwariskan,” kata Saep.
Buku terbitan Langgam Pustaka tersebut mengangkat kehidupan Hj Komariah atau Mak Kokom, yang kini berusia 87 tahun. Riwayatnya mencakup kegiatan pendidikan, pengajian, koperasi, pemberdayaan perempuan, dan pendampingan lanjut usia.

Masa Sulit
Mak Kokom tumbuh dalam keluarga Islam yang taat dan dekat dengan lingkungan Masyumi. Ibunya, Siti Hajar, aktif menyampaikan pengetahuan agama dan berbicara di hadapan masyarakat. Dia menikah dengan sastrawan kiri AS Dharta pada 1958.
Kehidupan keluarga mereka menghadapi masa sulit ketika Dharta mendekam di tahanan selama 13 tahun pascaprahara 1965 hingga menghirup udara bebas pada 1978.
Selama masa tersebut, Mak Kokom menjaga keluarga dan membesarkan kedua putrinya. Setiap pekan, dia selalu mengunjungi suaminya di Rutan Kebonwaru, Bandung, membawa makanan dari rumah.
Buku itu merekam kenangan keluarga ketika merayakan Lebaran di taman kompleks tahanan. Mak Kokom, Dharta, dan anak-anaknya berkumpul di atas tikar dalam waktu kunjungan yang terbatas.
Pada 1978, Dharta pulang dengan hanya membawa ransel lusuh dan tikar pandan pemberian Mak Kokom saat besuk ke penjara. Keluarga tersebut kemudian kembali menjalani kehidupan bersama setelah bertahun-tahun terpisah.
Selain pengalaman keluarganya, buku itu menguraikan keterlibatan Mak Kokom dalam Koperasi ERHA atau Ekonomi Rakyat Hanjawar sejak masa muda, kemudian Koperasi Kartini. Rumahnya juga menjadi tempat pengajian, kegiatan perempuan, dan aktivitas para lansia.
Syukuran dan peluncuran buku di awali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan doa bersama. Kemudian penampilan qasidah oleh jamaah lansia Majelis Taklim Al-Fatima. Suasana acara semakin meriah dengan penampilan Paduan Suara Dialita dari Jakarta.
Para anggota Dialita yang tampil merupakan kerabat dan sahabat Mak Kokom serta keluarganya. Rangkaian acara berlanjut dengan ziarah ke makam almarhum AS Dharta yang berada tidak jauh dari Rumah Hanjawar.






