SindoJabar.com – Arus mudik 2026 di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, meningkat 16 persen dibanding tahun lalu. Belasan ribu pemudik pulang ke kampung halaman di Jawa Tengah dan Jawa Timur menggunakan bus di terminal ini.
Puncak arus mudik di Terminal Cicaheum terjadi pada Kamis (19/3/2026). Jumlah pemudik melonjak signifikan.
Kepala Terminal Cicaheum Asep Supriadi mengatakan, jumlah penumpang yang berangkat mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pemudik yang berangkat dari Terminal Cicaheum meningkat 16 persen bandingkan dengan tahun lalu. Mereka diangkut 122 bus AKAP jurusan Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Kepala Terminal Cicahuem.
Sejak H-7 hingga hari ini, ujar Asep, total pemudik yang diberangkatkan mencapai belasan ribu orang. Seluruh pemudik dilayani oleh ratusan armada yang disiapkan untuk berbagai tujuan.
“Total 910 busa memberangkatkan 12.828 pemudik dari H-7 sampai hari ini,” ujarnya.
Kepala Terminal Cicaheum menuturkan, puncak arus mudik terjadi pada Kamis (19/3/2026) dengan jumlah keberangkatan tertinggi selama sepekan terakhir.
Jumlah penumpang di perkirakan masih bertambah hingga malam hari. “Hari ini puncak arus mudik di Terminal Cicaheum,” tuturnya.
Asep memprediksi jumlah penumpang yang di berangkatkan hari ini, dari pagi hingga malam, mencapai sekitar 4.000 orang. Sampai saat ini, masih ada pemudik yang berdatangan ke terminal.
“Malam ini bisa mencapai 4.000 pemudik yang berangkat,” ucap Asep.
Bus Terlambat Imbas One Way
Sementara itu, penerapan rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way turut memengaruhi kedatangan armada bus ke terminal.
Pada pagi hari, sempat terjadi keterlambatan kedatangan bus akibat kondisi lalu lintas di jalur utama, terutama Nagreg dan Limbangan.
“Pagi ada keterlambatan, tapi begitu sudah ada one-way. Jadi datangnya beriringan. Penumpang menunggu karena ada keterlambatan kedatangan bus. Alhamdulillah, sudah terangkut semua,” ujarnya.
Asep mengemukakan, keterlambatan tersebut sempat menyebabkan penumpukan penumpang di terminal. Namun, kondisi itu tidak berlangsung lama setelah arus mudik kembali normal.
“Setelah one-way di buka, alhamdulillah penumpukan penumpang teratasi. Terangkut armada. Jadi datangnya beriringan,” ujarnya.
Asep terus memantau kondisi arus penumpang dan pergerakan armada selama periode mudik. Koordinasi dengan pihak terkait juga di lakukan untuk memastikan kelancaran operasional terminal.
Dia mengimbau para pemudik tetap menjaga keselamatan selama perjalanan. Pemudik di minta untuk memperhatikan barang bawaan agar terhindar dari tindak kriminal.
“Kami mengimbau para pemudik yang menggunakan jasa angkutan di Terminal Cicaheum berhati-hati atas barang bawaan. Jaga keselamatan masing-masing. Jangan terlalu mencolok membawa barang,” tutur Asep.






