SindoJabar.Com – Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar menggelar rapat kerja (raker) fungsi lalu lintas guna mematangkan persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, terdapat lima klaster pengamanan yang menjadi konsentrasi aparat kepolisian saat pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Namun Ditlantas Polda Jabar hanya fokus pada tiga klaster pengamanan.
Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, raker fungsi lalu lintas ini menjadi langkah krusial untuk memastikan operasi pengamanan berjalan optimal.
“Kami melaksanakan rapat kerja fungsi lalu lintas, krusial untuk mempersiapkan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026,” kata Kombes Raydian di Mapolda Jabar, Jumat (27/2/2026).
Kombes Raydian menjelaskan, sejumlah persiapan sudah di lakukan dalam beberapa minggu terakhir. Seperti, rakor lintas sektoral, survei lapangan, hingga koordinasi dengan berbagai stakeholder.
“Dalam Operasi Ketupat 2026, terdapat lima klaster pengamanan yang menjadi perhatian. Namun hanya tiga yang menjadi fokus perhatian pengamanan kami,” ujar Kombes Raydian.
Klaster pertama, jalan tol, termasuk Tol Trans Jawa dan sejumlah ruas tol lain di wilayah Jawa Barat.
Kedua, klaster jalur arteri, khususnya jalur pantai selatan (pansela) dan pantai utara (pantura) yang kerap padat saat lonjakan arus mudik.
Ketiga, klaster tempat wisata yang di prediksi ramai saat libur Lebaran. Keempat, klaster tempat ibadah. Terakhir klaster kelima, penyeberangan seperti bandara dan pelabuhan.
“Di Jawa Barat ada tiga klaster yang kami konsentrasikan untuk di paparkan dan di simulasikan pengamanannya,” tutur Kombes Raydian.
Kombes Raydian menegaskan simulasi dan latihan rekayasa lalu lintas di laksanakan agar seluruh personel memahami cara bertindak di lapangan saat kondisi padat.






