Bara Hidro Urban Farming Mengubah Atap Bangunan Menjadi Ladang Produktivitas

PARADE FOTO DAN VIDEO

SINDOJABAR.COM – Bara Hidro Urban Farming memanfaatkan atap bangunan di lantai empat sebagai lahan pertanian dengan menerapkan sistem hidroponik dan organik untuk menanam berbagai jenis sayuran.

Atap bangunan tersebut merupakan tempat tinggal sekaligus kantor Bara Hidro Urban Farming yang dikelola oleh Kartib Bayu, di RW 7, Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung.

 

Kartib Bayu mengatakan proyek pertanian perkotaan yang dirintis sejak 2022 itu awal mulanya dari adanya permasalahan lingkungan berupa sampah dan pemanfaatan lahan yang terbatas.

“Kami mulai dengan memanfaatkan sampah rumah tangga dan sampah sisa makan yang kemudian diolah menjadi kompos untuk pupuk tanaman. Jenis sayurannya seperti cabe, tomat, dan sayuran lainnya yang ditanam dalam pot atau polybag di lantai empat (kantor Bara Hidro Urban Farming),” ungkapnya.

Melihat perkembangannya, karena keterbatasan air dan media pupuk, Bayu bersama sejumlah anak muda setempat melakukan inovasi pada tahun 2023 dengan menerapkan sistem tanam hidroponik yang dapat menghemat air dan mengurangi penggunaan media tanah, dengan tetap mempertahankan sistem tanam organiknya. Adapun sayuran yang mereka tanam adalah kangkung, pakcoy, dan selada.

“Setelah poyek ini berkembang, dengan menghadirkan sistem tanam hidroponik dan organik yang didukung dengan penerapan pola tanam, sayuran yang ditanam sudah bisa dipanen secara kontinu, tiga kali seminggu untuk memenuhi pasar,” ungkap Bayu.

Pasar utama produk ini adalah salah satu mini market dan toko sayur mayur di Kota Bandung, dengan jumlah pasokan sebanyak 70 hingga 80 pak per 250 gram setiap kemasan sekali kirim.

Proyek ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berfokus pada pemanfaatan sampah rumah tangga yang diolah menjadi kompos atau pupuk.

“Keuntungan yang diperoleh saat ini belum optimal karena keterbatasan lahan. Oleh karena itu, pengembangan projek ini akan melibatkan warga sekitar untuk meningkatkan kapasitas produksi,” pungkas Bayu.

Petani hidroponik menyiapkan media tanam untuk menyemai benih tanaman sayur di lantai empat rumah tinggal yang juga kantor Bara Hidro Urban Farming, Jalan Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026). (Gani Kurniawan)
Petani hidroponik menyemai benih selada pada media tanam berupa rockwool di lantai empat rumah tinggal yang juga kantor Bara Hidro Urban Farming, Jalan Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026). (Gani Kurniawan)
Petani hidroponik menyimpan wadah berisi benih selada yang sudah disemai pada media tanam ke dalam boks kedap cahaya di lantai empat rumah tinggal yang juga kantor Bara Hidro Urban Farming, Jalan Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026). (Gani Kurniawan)
Petani hidroponik merawat benih tanaman sayur di lantai empat rumah tinggal yang juga kantor Bara Hidro Urban Farming, Jalan Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026). (Gani Kurniawan)
Petani hidroponik merawat tanaman sayuran jenis selada dan kangkung di lantai empat rumah tinggal yang juga kantor Bara Hidro Urban Farming, Jalan Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026). (Gani Kurniawan)
Petani hidroponik merawat tanaman sayur jenis pakcoy di lantai empat rumah tinggal yang juga kantor Bara Hidro Urban Farming, Jalan Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026). (Gani Kurniawan)
Petani hidroponik merawat tanaman sayur jenis pakcoy yang ditanam dengan sistem organik menggunakan media tanah di lantai empat rumah tinggal yang juga kantor Bara Hidro Urban Farming, Jalan Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026). (Gani Kurniawan)
Petani hidroponik beristirahat di saung inspiratif selesai merawat tanaman sayur di lantai empat rumah tinggal yang juga kantor Bara Hidro Urban Farming, Jalan Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026). (Gani Kurniawan)