DPRD Jabar Pastikan Program Prioritas Tak Terdampak Pemangkasan Anggaran 2026

sindojabar.com – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara mengatakan program-program prioritas provinsi Jawa Barat tetap akan berjalan di tahun anggaran 2026.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan hal itu menanggapi efisiensi anggaran di lingkungan Pemprov Jabar akibat akibat pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Baca Juga:Komisi II DPRD Jabar Optimalisasikan PAD untuk Dukung Pariwisata

“Programnya tetap, kegiatan tetap ada. Yang kita kurangi itu belanja penunjang kegiatan. Belanja perjalanan dinas, makan minum, ATK, bahkan ada yang di pangkas sampai 90 persen,” ujar Iswara dikutip, Minggu (9/11/2025).

Iswara menjelaskan bahwa efisiensi di lakukan secara selektif, tanpa mengganggu pelaksanaan program yang telah dirancang dalam RPJMD dan RKPD. Belanja pegawai pendamping, kunjungan luar provinsi, dan kebutuhan operasional non-esensial menjadi sasaran utama pemangkasan.

“Ini bagian dari penyesuaian. Kita ingin tetap menjaga target makro pembangunan, tapi dengan belanja yang lebih efisien,” tambahnya.

Baca Juga:A Yamin Dorong Transparansi Anggaran Daerah

Meski terjadi pengetatan anggaran, alokasi untuk hibah yang bersifat mandatory tetap di pertahankan. Termasuk di dalamnya hibah untuk pesantren dan organisasi kemasyarakatan besar yang menjadi bagian dari ekosistem sosial Jawa Barat.

“Pak Gubernur menaruh perhatian pada ormas-ormas keagamaan. Hibah yang wajib tetap masuk. Termasuk anggaran untuk sosialisasi media, itu juga tetap ada,” jelas Iswara.

Baca Juga:Ono Surono Dorong Disdik Jabar Jaga Mutu Pendidikan di Tengah Efisiensi Anggaran

Jika tidak ada perubahan signifikan dalam pembahasan lanjutan, RAPBD 2026 di rencanakan akan memuat sekitar 350 kegiatan dan 1.350 sub-kegiatan. Namun, Iswara mengingatkan bahwa angka tersebut masih bisa berubah sesuai dinamika pembahasan di Badan Anggaran.

Baca Juga:Hj Ratnawati: Sinergi dengan Bank BJB Kunci Keberhasilan Penyusunan KUA-PPAS 2026

“Finalnya nanti setelah di bahas di Badan Anggaran. Tapi sementara ini, semua kegiatan tetap ada. Mungkin angkanya yang naik turun,” kata Iswara. (Abd)