Jaga Keutuhan NKRI, ABI Bandung dan IPI Jabar Perkuat Silaturahmi Umat

SindoJabar, BANDUNG – Ahlul Bait Indonesia (ABI) Kota Bandung bersama Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pondok Pesantren Indonesia (DPW IPI) Jawa Barat menggelar seminar akhlak bertajuk Teladan Nabi Muhammad SAW untuk Membangun Persatuan dan Persaudaraan dalam Bingkai NKRI. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Edukasi Masjid Al-Jabbar, Cimencrang, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2026).

Seminar ini dihadiri berbagai elemen umat Islam dari Kota Bandung dan sekitarnya. Dua narasumber yang dihadirkan yakni KH Tata Moch Tasdiq dari DPW IPI Jawa Barat dan KH Husein Al-Kaaf, anggota Dewan Syuro ABI Pusat.

Baca Juga:Wakil Wali Kota Bandung Ungkap Alasan Istrinya Tak Hadiri Upacara HJKB ke-216

Panitia penyelenggara, Drs. Rustan Ardhi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus membangun persaudaraan di tengah keberagaman umat Islam.

Menurut Rustan, persaudaraan merupakan salah satu nilai utama dalam ajaran Rasulullah SAW yang perlu terus diteladani, termasuk dalam membangun hubungan di antara umat Islam yang memiliki perbedaan mazhab, pemikiran, dan latar belakang keagamaan.

“Sebagai sarana silaturahmi, komunikasi, dan perjumpaan di antara sesama muslim yang walaupun berbeda pandangan, mazhab, atau pemikiran,” ujar Rustan.

Baca Juga:Seminar Tantangan Kesejahteraan Jabar, Nana Sudiana Jadi Narasumber Utama

Ketua Humas ABI Kota Bandung tersebut berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut untuk menumbuhkan kesadaran bahwa perbedaan bukanlah penghalang dalam membangun silaturahmi, baik di kalangan umat Islam maupun sesama warga bangsa.

Ia juga menilai, pertemuan lintas kelompok keagamaan dapat membuka ruang kesepahaman dan memperkuat kepedulian terhadap berbagai persoalan bersama.

“Dapat menumbuhkan kesepahaman, kesadaran, dan kebersamaan di antara sesama muslim untuk peduli pada isu-isu bersama dan masalah advokasi pada kepentingan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPW IPI Jawa Barat, Raden Aries Sofwan Zarkasih, menegaskan pentingnya menjaga integrasi bangsa agar tidak terpecah akibat prasangka dan perbedaan di tengah masyarakat.

Baca Juga:Momen Buka Bersama IPI GS, Legenda Persib Bagikan Inspirasi untuk Pemain Muda

Menurutnya, kolaborasi dalam menyebarluaskan pemahaman tentang persaudaraan menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga stabilitas sosial dan mendorong sikap saling menghargai antarkelompok.

“Mewujudkan sinergi kolaboratif yang menyatukan keunikan setiap kelompok demi kemaslahatan bersama. Kita berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional melalui edukasi dan aksi nyata. Fokus kita adalah mengganti prasangka dengan rasa saling percaya, guna memastikan keutuhan bangsa tetap terjaga dari ancaman disintegrasi,” kata Zarkasih.

Ia menambahkan, alasan untuk menjaga persaudaraan dan bekerja sama jauh lebih besar dibandingkan alasan untuk mempertajam perbedaan. Menurutnya, persatuan menjadi modal penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Alasan kita untuk bersaudara dan bekerja sama jauh lebih banyak daripada alasan untuk berselisih. Persatuan adalah kekuatan utama yang memungkinkan kita untuk melangkah lebih jauh dan mencapai masa depan yang lebih harmonis bagi seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Di tempat terpisah, anggota Dewan Syuro ABI Pusat, KH Husein Al-Kaaf, yang juga menjadi salah satu pembicara dalam seminar tersebut, menekankan pentingnya menemukan titik temu di antara kelompok-kelompok yang memiliki perbedaan pandangan.

Baca Juga:IPI GS Geger Sunten Borong Runner Up di Garuda Cilik Piala Djajang Nurjaman

Menurutnya, setiap kelompok perlu memahami kelebihan satu sama lain, menghindari sikap saling merendahkan, serta membangun kerja sama dalam membina umat dan menjaga kerukunan bangsa.

“Saling mengetahui kelebihan tiap kelompok, bekerja sama dalam membina umat dan menjaga keutuhan bangsa dan negara dari perpecahan dan kecurigaan antara sesama,” ujar Husein.

Ia menambahkan, keberagaman merupakan keniscayaan dalam kehidupan manusia. Karena itu, perbedaan semestinya menjadi landasan untuk membangun persaudaraan, bukan alasan untuk saling menjauh.

“Sesungguhnya alasan untuk bersatu antara umat manusia lebih banyak dari alasan untuk berpecah belah,” imbuhnya.

Seminar ini diikuti sekitar 100 peserta undangan dari berbagai latar belakang. Hadir pula Ketua DPD ABI Kota Bandung Husein Al Habsyi, sejumlah pengurus DKM Al-Jabbar, pengurus MUI Kecamatan Gedebage, serta tokoh umat Islam dan pesantren di sekitar Kota Bandung. (*)