SindoJabar, BANDUNG – Partai Demokrat Jawa Barat tidak ingin larut dalam dinamika perpindahan kader dan memilih mengarahkan energi partai untuk memperkuat konsolidasi serta bekerja untuk masyarakat.
Sikap tersebut ditegaskan di tengah munculnya sejumlah mantan kader Demokrat yang memilih bergabung dengan partai politik lain. Demokrat menilai keputusan politik setiap individu merupakan hak yang harus dihormati dan tidak serta-merta mencerminkan kondisi internal partai.
Kepala Badan Pemenangan Pemilihan Umum Daerah (Bappilu-D) DPD Partai Demokrat Jawa Barat, H. Jenal Aripin mengatakan, perpindahan kader merupakan dinamika yang biasa terjadi dalam politik.
Baca Juga: Sambil Kulineran, Pengunjung Festival Kuliner Bandung Bisa Urus Layanan PLN
Menurutnya, setiap partai juga memiliki dinamika yang sama, termasuk menerima kader maupun tokoh baru dari berbagai latar belakang politik.
“Kami menghormati pilihan politik setiap orang. Kalau ada mantan kader Demokrat yang memilih bergabung dengan partai lain, itu hak politik yang kami hormati. Tetapi jangan kemudian dipersepsikan bahwa Demokrat Jawa Barat tidak solid,” kata Jenal, Senin (7/9/2026).
Jenal juga menanggapi bergabungnya Wawan Setiawan ke Partai NasDem. Ia meminta publik melihat perjalanan politik Wawan secara utuh dan tidak hanya menyoroti perpindahannya dari Demokrat.
Baca Juga: Demokrat Jabar Perkuat Kader dan Evaluasi Legislator Menuju Pemilu 2029
Sebelum bergabung dengan NasDem, Wawan diketahui pernah menjadi kader Partai Perindo dan maju sebagai calon legislatif dari partai tersebut.
“Kami tidak mempersoalkan pilihan politik beliau. Publik tentu berhak mengetahui perjalanan politiknya secara lengkap,” ujarnya.
Pilih Hitung Kader yang Bekerja
Jenal menegaskan Demokrat Jabar tidak akan menjadikan perpindahan sejumlah individu sebagai alasan untuk mengurangi fokus organisasi.
Sebaliknya, partai berlambang mercy tersebut kini tengah memperkuat konsolidasi di 27 kabupaten/kota. Penguatan struktur, kaderisasi, serta persiapan menghadapi agenda politik 2029 menjadi perhatian utama.
Baca Juga: Jenal Aripin Perkuat Sinergi Warga dalam Mengawal Pembangunan Pemprov
Bagi Demokrat Jabar, kekuatan partai tidak semata-mata diukur dari jumlah orang yang bertahan atau meninggalkan partai. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana kader menjalankan kerja politik dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Kami tidak ingin sibuk menghitung siapa yang pergi. Kami memilih menghitung berapa banyak kader yang bekerja dan berapa banyak masyarakat yang kita layani,” tegasnya.
Menurut Jenal, pilihan tersebut menjadi bagian dari strategi Demokrat Jabar menjaga soliditas sekaligus memastikan organisasi tetap berjalan di tengah dinamika politik.
Ia menilai partai harus memiliki energi yang cukup untuk menjawab kebutuhan masyarakat, bukan menghabiskannya untuk merespons setiap perpindahan politik individu.
Baca Juga: Duel Dua Kekuatan di Golkar Jabar, Musda 2026 Jadi Ajang Penentuan
Karena itu, Demokrat Jabar memastikan konsolidasi organisasi akan terus berjalan. Kader di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota didorong untuk semakin aktif turun ke masyarakat dan memperkuat basis politik di daerah.
“Bagi kami, politik bukan soal siapa yang pergi, tetapi tentang siapa yang tetap bekerja dan apa yang kita perjuangkan untuk rakyat,” pungkas Jenal. (*)






