sindojabar.com – Duel dua kekuatan besar mulai mewarnai dinamika internal Partai Golkar Jawa Barat menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung pada awal April 2026.
Pertarungan antara kubu berbasis struktural daerah dan jejaring nasional diprediksi berlangsung sengit, sekaligus menjadi momen krusial dalam menentukan arah kepemimpinan dan masa depan Golkar di tingkat provinsi.
Kedua figur tersebut Adalah anggota DPR RI, Daniel Mutaqien Syafiuddin, dan anggota DPRD Jawa Barat, Ahmad Hidayat, yang juga menjabat Ketua AMPI Jawa Barat. Head to Head, Perebutan Dukungan Kian Sengit. Senin 30 Maret 2026.
Baca Juga: Rapat Pleno DPD Golkar Jabar Dinilai Tak Demokratis, Peserta Kecewa
Pertarungan diprediksi berlangsung ketat. Ahmad Hidayat mengklaim telah mengamankan dukungan mayoritas dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat kabupaten/kota.
Informasi yang berhasil dihimpun sebanyak 19 dari 27 DPD sudah menyatakan dukungan terhadap Ahmad Hidayat. Jika klaim tersebut akurat, maka hanya tersisa delapan DPD yang belum menentukan sikap.
Celah ini dinilai menjadi ruang strategis bagi Daniel Mutaqien Syafiuddin untuk menggalang kekuatan. Namun demikian, dinamika politik internal partai masih sangat cair. Sejumlah pengamat menilai peta dukungan bisa berubah drastis hingga hari pelaksanaan Musda.
Baca Juga: LAZ Persis Dorong Transformasi Pengelolaan Zakat yang Profesional dan Transparan di 2026
Dua Gaya Kepemimpinan, Dua Basis Kekuatan
Kedua kandidat memiliki latar belakang dan basis kekuatan yang berbeda. Hal inipun menambah daya tarik siapakah sosok yang akan meneruskan estafet kepemimpinan Golkar di Jawa Barat.
Ahmad Hidayat merupakan kader internal yang tumbuh kuat dari basis struktural partai di daerah. Selain aktif sebagai anggota DPRD Jawa Barat, ia juga berperan penting dalam organisasi sayap partai, dengan latar belakang sebagai aktivis HMI dan HIPMI yang memperkaya pengalaman kepemimpinan serta jejaringnya.
Rekam jejak utama:
- Anggota DPRD Jawa Barat (2019–2024, 2024–2029)
- Anggota Komisi IV dan Badan Anggaran
- Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Jabar
- Ketua DPD AMPI Jawa Barat
- Ketua Pemenangan Pemilu Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung)
Kekuatan Ahmad terletak pada jaringan struktural dan kedekatannya dengan DPD tingkat kabupaten/kota.
Sedangkan Daniel Mutaqien Syafiuddin merupakan Politisi Nasional dengan Jejaring Luas Sementara itu, Daniel membawa pengalaman panjang di level nasional. Ia dikenal memiliki jejaring luas, baik di dunia politik maupun organisasi kepemudaan dan bisnis.
Rekam jejak utama:
- Anggota DPR RI (2014–2019, 2019–2020, 2024–sekarang)
- Mantan Anggota DPRD Jawa Barat (2009–2014)
- Ketua DPD II Golkar Indramayu (2010–2015)
- Pengurus DPP Golkar (2017–2019)
- Ketua Depinas SOKSI
- Aktif di HIPMI dan berbagai organisasi kepemudaan Modal pengalaman nasional dan jaringan organisasi menjadi kekuatan utama Daniel dalam kontestasi ini.
Musda Jadi Penentu Arah Golkar Jabar
Musda Golkar Jawa Barat kali ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menentukan arah politik partai menjelang kontestasi politik mendatang. Pertarungan antara kekuatan struktural daerah dan jaringan nasional diperkirakan akan menjadi warna utama dalam dinamika Musda.
Baca Juga: Saeful Bachri Dorong Pemikiran Kritis Generasi Muda Lewat Dialog Politik Mahasiswa
Dengan waktu yang semakin dekat, konsolidasi dan manuver politik dipastikan akan semakin intens. Siapa yang akhirnya keluar sebagai pemenang, masih sangat bergantung pada soliditas dukungan di tingkat DPD.
Musda Golkar Jawa Barat 2026 diprediksi menjadi salah satu ajang paling krusial dalam menentukan masa depan partai di tingkat provinsi. Pertarungan dua tokoh dengan kekuatan berbeda ini membuka peluang munculnya dinamika baru dalam tubuh Golkar. (dsp)






