SindoJabar.Com – DS (45), karyawan, tewas di dalam gudang aksesoris Jalan Inhoftank, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Rabu (11/2/2026.
Saat di temukan, kondisi korban sangat mengenaskan. Leher korban DS terjerat tali dan kepalanya terluka bersimbah darah.
Dugaan sementara, korban bunuh diri. Namun polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap penyebab kematian korban.
Kapolsek Astanaanyar Kompol Fetrizal mengatakan, sebelum kejadian, korban tengah berada di toko aksesoris.
Korban lalu disuruh oleh atasan untuk mengambil barang di gudang sekitar pukul 09.00 WIB.
Namun korban tak kunjung kembali ke toko. Akhirnya, karyawan lain mengecek korban di gudang sekitar pukul 12.30 WIB.
Karyawan tersebut mendapati korban dalam keadaan telungkup dan darah berceceran. Tali melilit leher korban.
Kemudian saksi melaporkan kejadian itu ke polisi. Tak lama kemudian, petugas dari Polresk Astanaanyar tiba di tempat kejadian perkara (TKP).

Darah dari Luka di Kepala Korban
“Kami mendatangi TKP. Kami menemukan korban dalam posisi tertelungkup di bawah tangga. Kondisi korban saat itu dipastikan meninggal dunia,” kata Kapolsek Astanaanyar.
Kompol Fetrizal menyatakan, polisi melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi dan mengecek CCTV.
“Di lantai dua, kami temukan kursi yang sudah tidak pada posisinya,” ujar Kompol Fetrizal.
Kapolsek menuturkan, dugaan awal, korban meninggal karena bunuh diri. Namun polisi masih mendalami kasus tewasnya korban DS di dalam gudang itu.
“Kami belum bisa menyimpulkan (penyebab kematian korban). Tunggu hasil (autopsi) dari rumah sakit dan olah TKP Inafis Polrestabes Bandung,” tutur Kapolsek.
Terkait darah berceceran di sekitar tubuh korban, Kompol Fetrizal mengatakan, berasal dari luka di kepala korban. Luka itu akibat kepala korban membentur tangga.
“Jadi kami menduga luka itu terjadi karena kepala korban membentur tangga. Dari situ keluar darah. Itu yang kami temukan di TKP,” ucap Kompol Fetrizal.






