SindoJabar.com – Sopir truk kontainer berpelat nomor (nopol) B 9367 UEL, Muhammad Yahya, warga Kampung Parage Langgar RT 05/01, Cikulur, Banten, jadi tersangka kasus kecelakaan beruntun di Tol Cipularang pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 20.15 WIB.
Kecelakaan yang melibatkan 10 kendaraan itu tepatnya terjadi Kilometer (Km) 93.200 jalur B (dari Bandung ke Jakarta) Tol Cipularang.
Insiden tersebut menyebabkan tiga orang tewas, satu luka berat, dan dua luka ringan. Seluruh korban dirawat di RS Abdul Radjak, Purwakarta.
Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosno mengatakan, petugas Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA).
Olah TKP juga melibatkan petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Korlantas Polri, Jasa Marga, dan Satlantas Polres Purwakarta,
Dari olah TKP, petugas mendapatkan beberapa dugaan yang menjadi penyebab terjadi kecelakaan.
“Pertama, truk kontainer yang di kendarai tersangka (sopir Muhammad Yahya) mengalami gagal fungsi pengereman,” kata Kombes Raydian di lokasi kejadian, Jumat (6/3/2026).
Kombes Raydian menjelaskan, rem blong terjadi karena di gunakan secara terus menerus sehingga saat kejadian, rem truk kontainer tidak berfungsi secara maksimal.
Truk Kontainer Bawa Muatan 25 Ton
Yang kedua, petugas mendapatkan bukti dari keterangan saksi dan bukti-bukti dan dokumen KIR kendaraan, kapasitas angkut truk 16 ton.
“Namun saat kejadian, truk membawa muatan plastik sebanyak 25 ton,” ujar Kombes Raydian.
Yang ketiga, tuturnya, saat kejadian tadi malam, ada hambatan arus di Km 92.500 karena ada dump truk mogok. Sehingga, terjadi perlambatan laju kendaraan.
“Saat antrean, tiba-tiba truk kontainer menabrak sembilan kendaraan lain di depannya akibat mengalami gangguan pengeremen,” tuturnya.
Kombes Raydian mengimbau kepada masyarakat, baik penggunakan jalan tol maupun jalur arteri, untuk mematuhi aturan. Terutama truk kontainer atau kendaran barang, harus mematuhi aturan kapasitas angkut sesuai uji KIR.
“Cek kondisi kendaraan, terutama pengereman, sebelum melakukan perjalanan. Kemudian, pelajari dan pahami rute yang akan di lalui,” ucap Kombes Raydian.






