Ketua Komisi I DPRD Jabar Raih Gelar Doktor, Dorong Transformasi Digital Pemerintah

Jawa Barat181 Dilihat

sindojabar.com – Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar prosesi Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 di Graha Sanusi Hardjadinata, Jl. Dipati Ukur, Kota Bandung (5–6/2/2026).

Dalam acara tersebut, Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, melantik 1009 wisudawan yang mencakup program Doktor 52 orang, Sub Spesialis 34 orang, Magister 137 orang, Spesialis 93 orang, Profesi 73 orang, Sarjana 575 orang, dan Sarjana Terapan 45 orang.

Baca Juga:Kilau Prestasi di Rumput Hijau: SSB Geger Sunten Sabet Runner Up Festival Bola Bandung VII

Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat, Rahmat Hidayat Djati menjadi salah seorang peserta yang mengikuti prosesi Wisuda Unpad Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026. Diketahui Rahmat Hidayat Djati, resmi menyandang gelar doktor, setelah lulus dengan Yudisium Sangat Memuaskan, dalam sidang promosi doktor ilmu pemerintahan, di Ruang Sidang Pascasarjana Fisip Unpad, Dago, Kota Bandung, Jumat (9/1/2026).

Dalam sidang tersebut, Rahmat mampu mempertahankan disertasi bertajuk “Transformasi Manajemen Pemerintahan Melalui Proses Formulasi Peraturan Daerah Sistem Kearsipan dan Perpustakaan Digital di Provinsi Jawa Barat Tahun 2021”.

Menurutnya, kontribusi disertasi yang dibuatnya antara lain, mengintegrasikan teori transformasi dengan siklus kebijakan publik.

Baca Juga:Bank bjb Salurkan Beasiswa S2 untuk Lulusan Terbaik Universitas Ekuitas Indonesia

“Setiap kebijakan itu sebaiknya harus berlandaskan pada penelitian. Dan penelitian yang baik itu mesti memiliki kajian akademis,” ujar RHD usai resepsi wisuda, Kamis (5/2/2026).

Melalui kajian akademis, kata RHD, transformasi bukan hanya sekadar perubahan, melainkan menuju jalan yang adaptif dan berkelanjutan. Sehingga digitalisasi bukan sekadar output kebijakan, tapi juga formulasi peraturan daerah.

“Berkelanjutan itu artinya penelitian tidak berhenti pada satu permasalahan. Seperti halnya transformasi digital pemerintahan yang tidak hanya sebatas teknologi, namun jauh lebih luas,” tegas Rahmat.

Baca Juga:Komisi II DPRD Jabar Optimalisasikan PAD untuk Dukung Pariwisata

Menurut Rahmat, di tengah pesatnya kemajuan teknologi, terutama yang berkaitan dengan Artificial Intelligence (AI), sudah menjadi kewajiban bagi pemerintahan untuk melakukan transformasi digital. Tidak hanya di bidang perpustakaan dan arsip seperti yang termuat dalam disertasi, namun sektor lainnya. Sehingga tidak ada lagi keluhan mengenai layanan yang kurang maksimal diberikan kepada masyarakat karena kendala jarak.

Rektor Unpad, Prof Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dalam pidatonya menyampaikan bahwa di era yang berubah cepat, lulusan tidak lagi dinilai dari gelarnya, tetapi dari kontribusinya. Bahkan persaingan bukan lagi di tingkat lokal, tetapi regional dan global. Menurut Prof. Arief, digitalisasi dan AI mengubah lebih dari separuh jenis keterampilan. Pekerjaan tidak hilang, tapi berubah bentuk.

“Ijazah bukan pembeda utama. Yang dibutuhkan adalah kompetensi nyata, adaptabilitas, etos kerja, dan karakter,” ujar Rektor.

Baca Juga:Saeful Bachri Tekankan Hilirisasi Jadi Kunci Kesejahteraan Petani Jabar

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Arief berpesan pada para wisudawan untuk terus belajar dan beradaptasi. Sebab dunia tidak memberi ruang bagi mereka yang berhenti berkembang. Prof. Arief pun berharap para alumni bisa menjaga nilai dan integritas. Menjadikan pengabdian sebagai orientasi, agar ilmu bisa mengangkat martabat kehidupan masyarakat. (*)