SindoJabar, BANDUNG– Ledakan gas LPG di Kelurahan Sindangjaya, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, menewaskan pasangan suami istri (pasutri) pada Senin 17 Agustus lalu. Tragisnya, dua anak korban kini harus kehilangan kedua orang tuanya.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan duka atas meninggalnya sang ibu yang menyusul suaminya. Sang ayah meninggal dunia saat peristiwa ledakan terjadi.
Baca Juga:Farhan akan Cek Dugaan Kecelakaan Akibat Galian di Kawasan Viaduct
“Kami sangat berduka atas meninggalnya ibu dari keluarga tersebut kemarin, menyusul sang ayah yang meninggal saat kejadian,” kata Farhan di Pendopo Jalan Dalem Kaum Kota Bandung Rabu (16/9/2026).
Farhan mengatakan, korban luka bakar dapat mengalami kondisi fatal bukan hanya akibat luka yang terlihat di bagian luar tubuh. Korban juga dapat mengalami dampak serius akibat banyaknya udara beracun yang terhirup dan terserap ke dalam tubuh.
“Korban luka bakar umumnya fatal bukan hanya karena luka luar, melainkan akibat banyaknya udara beracun yang terserap ke dalam tubuh,” katanya.
Akibat peristiwa tersebut, dua anak korban kini menjadi yatim piatu. Sang kakak masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Baca Juga:Insiden Pohon Tumbang, Wali Kota Berduka dan Instruksi Kewaspadaan
Sementara itu, bayi korban yang baru berusia beberapa bulan telah berada dalam pengasuhan keluarga.
“Saat ini kita jadi ditinggalkan oleh dua anak yatim piatu, yang satu kakaknya masih dirawat di rumah sakit,” ungkapnya.
Farhan memastikan, Pemerintah Kota Bandung bersama RSHS masih menanggung seluruh biaya pengobatan korban yang menjalani perawatan.
“Seluruh biaya pengobatan masih kami cover bekerja sama dengan RSHS. Kami memastikan penanganan korban yang masih dirawat berjalan dengan sangat baik,” pungkasnya. (YM)






