LLDIKTI IV Gandeng Unjani, Perkuat Publikasi Ilmiah dan Integritas Akademik Dosen

SindoJabar, CIMAHI – Keterbatasan informasi, kesenjangan sumber daya antar-perguruan tinggi, hingga maraknya tawaran publikasi instan menjadi tantangan bagi dosen dalam menghasilkan artikel ilmiah berkualitas.

Kondisi ini mendorong Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV memperkuat pendampingan publikasi ilmiah melalui kolaborasi dengan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani).

Melalui Program Fasilitasi Publikasi Artikel Ilmiah yang digelar di Gedung Fisip Unjani, Rabu (14/10/2026), para dosen mendapatkan pembekalan mengenai tata cara penulisan artikel ilmiah, pemilihan jurnal bereputasi, hingga penerapan prinsip integritas akademik dalam proses publikasi.

Ketua Tim Kerja Sumber Daya LLDIKTI Wilayah IV, Idik Nursidik, mengatakan, program tersebut berangkat dari kenyataan bahwa kemampuan dan dukungan fasilitas penelitian di setiap perguruan tinggi belum merata.

Baca Juga: LLDIKTI Wilayah IV Cabut Sanksi Administratif Stikom Bandung, Aktivitas Akademik Kembali Normal

Akibatnya, tidak sedikit dosen yang memiliki potensi akademik, tetapi belum memahami mekanisme publikasi yang tepat, mulai dari menentukan jurnal tujuan hingga menyusun naskah sesuai standar ilmiah.

“Banyak dosen yang sebenarnya memiliki potensi, namun terhambat oleh minimnya informasi mengenai jurnal yang kredibel, format penulisan yang tepat, serta pemahaman tentang etika publikasi,” kata Idik.

Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki sumber daya dan pengalaman lebih memadai menjadi salah satu langkah untuk mempersempit kesenjangan tersebut.

Dalam kegiatan ini, dosen memperoleh bimbingan langsung mengenai pemilihan jurnal yang sesuai, penyusunan naskah berdasarkan kaidah ilmiah, serta pemenuhan standar integritas akademik.

“Salah satu kendala yang paling umum ditemui adalah dosen belum mengetahui di mana karya ilmiah mereka seharusnya diterbitkan dan bagaimana bentuk penulisan yang benar,” jelasnya.

Karena itu, Idik menilai perguruan tinggi yang memiliki kapasitas lebih baik perlu berperan aktif dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman agar dosen dari berbagai institusi memiliki kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan produktivitas publikasi.

“Di sinilah peran perguruan tinggi unggul untuk berbagi sumber daya dan pengalaman yang lebih memadai,” ungkapnya.

Baca Juga: DPRD Jabar Tekankan Kolaborasi Multipihak Berantas Korupsi

Waspadai Tawaran Publikasi Instan

Di balik meningkatnya kebutuhan publikasi ilmiah, Idik mengingatkan adanya praktik tidak bertanggung jawab yang menawarkan kemudahan penerbitan artikel dengan biaya tinggi, bahkan menjanjikan kelulusan tanpa melalui proses seleksi yang sah.

Padahal, publikasi ilmiah bukan sekadar pemenuhan persyaratan administratif. Publikasi merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus salah satu persyaratan penting dalam pengembangan karier akademik dosen.

Tingginya kebutuhan tersebut, lanjut Idik, berpotensi dimanfaatkan pihak-pihak yang menawarkan jalan pintas dengan mengabaikan proses penilaian dan standar akademik.

“Praktik-praktik semacam itu tidak hanya melanggar aturan, namun juga merusak kredibilitas akademik,” tegasnya.

Melalui program fasilitasi ini, LLDIKTI Wilayah IV berupaya meningkatkan kemampuan dosen dalam mengenali jurnal bereputasi sekaligus memahami prosedur publikasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan pemahaman tersebut, dosen diharapkan tidak mudah tergiur tawaran penerbitan instan yang berisiko merugikan karier akademik maupun mencederai integritas dunia pendidikan tinggi.

Baca Juga: ICMI Jawa Barat Perkuat Peran Intelektual dalam Pembangunan Daerah

Integritas Akademik dan Penggunaan AI Jadi Perhatian

Di tengah perkembangan teknologi, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam penyusunan artikel ilmiah turut menjadi perhatian.

Idik mengatakan penggunaan AI tidak dapat dilepaskan dari perkembangan dunia akademik saat ini. Namun, pemanfaatannya tetap harus memperhatikan integritas akademik serta ketentuan yang ditetapkan oleh masing-masing pengelola jurnal.

Menurutnya, setiap jurnal dapat memiliki kebijakan berbeda mengenai penggunaan AI, termasuk mekanisme pemeriksaan dan batasan pemanfaatannya dalam penulisan artikel ilmiah.

Karena itu, dosen perlu memahami aturan yang berlaku sebelum mengirimkan naskah untuk diterbitkan. Penggunaan teknologi harus tetap mengedepankan kejujuran akademik dan tanggung jawab penulis terhadap isi artikel.

“Sekarang zaman AI, mau tidak mau kita harus terlibat. Namun, tetap ada batasan dan prosedur yang harus diperhatikan. Masing-masing jurnal memiliki ketentuan tersendiri,” jelasnya.

Baca Juga: Rendi Setia Maulana, Mahasiswa UPI Sumbang Medali Perak Cabor Rowing di Asian Games 2026

Melalui kolaborasi tersebut, LLDIKTI Wilayah IV berharap semakin banyak dosen yang mampu menyusun artikel ilmiah secara benar, memahami prosedur publikasi, serta memilih jurnal yang sesuai dengan bidang dan kualitas penelitiannya.

Upaya ini sekaligus diharapkan dapat memperluas kesempatan dosen dari berbagai perguruan tinggi untuk meningkatkan produktivitas penelitian dan mendukung pengembangan karier akademik secara berkelanjutan. (*)