sindojabar.com – Pemkab Bogor mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Bogor untuk meningkatkan konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan upaya tersebut meliputi percepatan pembangunan di Bogor Barat, Timur, Selatan, hingga Utara agar pertumbuhan ekonomi daerah lebih merata.
Baca Juga:DPRD Jabar Dukung Pemanfaatan Aset Eks Bakorwil di Bogor Raya
Rudy menegaskan, pembangunan infrastruktur harus berlangsung terintegrasi termasuk rencana pembangunan Jalan Tawasul di wilayah selatan yang ditargetkan mulai dikerjakan 2026.
“Jalan Tawasul atau jalur Telaga Warna Sentul ini akan menjadi alternatif jalur menuju Puncak, melengkapi Jalan Puncak yang saat ini menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Ini penting untuk membuka akses baru dan mengurai kepadatan,” ujar Rudy, ditulis, Kamis (27/11/2025) dari laman Diskominfo Kab.Bogor
Rudy menjelaskan, pembangunan beberapa ruas jalan kabupaten dilakukan melalui kolaborasi Pemkab Bogor dengan pelaku usaha di kawasan selatan termasuk penataan awal di Ciawi, Gadog, dan Pasir Muncang.
“Para pelaku usaha, termasuk sektor pariwisata, sangat mendorong percepatan pembangunan ini. Bahkan, ada yang menawarkan skema patungan tanpa menggunakan APBD, sehingga proses bisa berjalan lebih cepat,” ujar Rudy.
Rudy menuturkan, ruas Pasir Muncang–Gadog–Rainbow Hills akan ditata melalui pelebaran akses dan perbaikan Jembatan Gadog yang tersambung ke koridor Tawasul hingga Sentul, Megamendung, dan Cisarua.
Baca Juga:Lucky Hakim Sahkan Perbup Pesantren, Harap Generasi Muda Indramayu Berakhlak Mulia
Proyek tersebut diperkirakan dapat dimulai tahun depan karena tidak memerlukan proses pembebasan lahan sehingga percepatan bisa dilakukan lebih optimal.
Rudy menambahkan, koordinasi Pemkab Bogor dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dilakukan untuk rencana pembangunan Jalur Khusus Angkutan Barang dan Tambang dari Cigudeg hingga Rumpin.
Langkah pemerintah provinsi memulai pembangunan Jalur Puncak II pada 2026 turut memperkuat konektivitas wilayah Bogor Raya.
Baca Juga:Puncak Musim Hujan, Warga Diminta Kenali Potensi Bencana Sejak Dini
“Ini contoh gotong royong pembangunan. Ketika kewenangan pusat diambil alih provinsi, lalu kewenangan provinsi disinergikan dengan Taman Nasional, semua kita lakukan demi percepatan pembangunan,” ujar Rudy.
Rudy memastikan pembangunan Jalan Rancabungur dan Leuwiliang tetap menjadi prioritas dengan tahapan berjalan mencakup pembebasan lahan, penetapan rasio jalan, dan komunikasi dengan pemilik lahan.
Baca Juga:Jabar Hadapi Dua Puncak Musim Hujan, BMKG Imbau Warga Waspada Bencana
“Kami memastikan seluruh tahapan terus berjalan dan diharapkan dapat rampung dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Rudy. (Abd)







