SindoJabar.com – Menjelang laga krusial Persib Bandung melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Api (GBLA) dan juara ketiga kali, Manajer Persib H Umuh Muchtar menyampaikan pesan penting untuk para bobotoh.
Pria yang akrab disapa Haji Umuh itu mengatakan, bobotoh harus bersikap dewasa menyambut kemenangan Persib atas Persijap dan meraih gelar juara tiga kali Liga 1 Indonesia.
Bobotoh, kata Umuh, jangan melakukan tindakan tidak terpuji hingga mengacaukan dan merusak hajat Persib Bandung di Stadion GBLA.
“Saya sampaikan kepada para bobotoh yang saya banggakan, yang saya hormati semua. Kita jaga permainan Persib yang sangat bagus dan akan memasuki babak final di hari Sabtu 23 Mei 2026,” kata H Umuh dalam video di media sosial (medsos).
Umuh memohon kepada para bobotoh, jangan sampai ada hal-hal tidak diinginkan. Yang punya tiket boleh datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan.
“Tapi yang tidak punya tiket, jangan sekali-sekali memaksakan masuk ke tribun stadion,” ujar Umuh.
Saat keluar stadion pun, tutur Umuh, bobotoh jangan menahan para pemain. Pemain pasti kelelahan. Sebab besoknya, mereka harus ikut pawai memeriahkan kemenangan.
Bobotoh Dewasa
“Tapi kita bukan takabur. Insya Allah tidak ada halangan (Persib juara). Kita sudah di atas angin. Walaupun draw (seri), tidak apa-apa. Tapi menurut saya, kalau bisa mah jangan. Tetap kita harus menang mutlak dengan Jepara,” tutur Umuh.
“Saya mohon ya para bobotoh. Jangan, jangan (melakukan tindakan tidak terpuji). Boleh konvoi pas merayakan dimulai dari Sabtu pasti sudah ramai. Untuk Minggu kan semua pawai. Insya Allah, kita damai, aman,” ucapnya.
Umuh percaya bobotoh Persib sudah dewasa. Namun, bobotoh yang tidak dewasa selalu ada.
“Itu yang saya ingatkan. Jangan sekali-sekali mengacaukan hajat kita. Jangan rusak hajat kita. Perhatian keras,” ujar Umuh.
Menurut Umuh, bobotoh masuk ke lapangan adalah tindakan sangat tidak terpuji. Apalagi sampai merusak tiang hawang dan fasilitas lain di Stadion GBLA.
“Ini kan punya kita semua. Ini aset kita semua. Jangan dirusak lah, jangan lagi,” tuturnya.
Umuh mengimbau bobotoh bersikap biasa-biasa saja. Jangan mengikuti tindakan suporter di luar negeri begitu.
“Banyak yang tidak pro (terhadap tindakan tidak terpuji suporter di stadion). Bampir 95 persen kan tidak suka dengan cara-cara begitu. Terima kasih para bobotoh. Tolong-tolong ya,” tandas Umuh.
Ketua Viking: Jangan Ada Flare selama Perayaan
Sementara itu, Ketua Viking Persib Club (VPC) Tobias Ginanjar juga menyampaikan pesan serupa kepada suporter Persib.
Tobias berkali-kali mengingatkan bobotoh untuk tidak masuk ke lapangan dan menyalakan flare sebelum dan selama upacara penyerahan piala juara Liga 1 Indonesia 2025/2026 berakhir.
“Euforia sebenarnya ekspresi ya. Insya Allah ketiga kali. Kita sudah merayakan dengan euforia, turun ke lapangan, flare di mana-mana. Pada tahun ketiga ini, mudah-mudahan, kita melakukan perayaan dengan sesuatu yang sedikit berbeda,” kata Tobias dalam video yang diunggah di medsos.
Tobias mengimbau bobotoh untuk tidak masuk ke lapangan. Bobotoh jangan menyalakan flare selama pertandingan dan perayaan juara berlangsung.
“Selama perayaan mudah-mudahan semuanya berjalan lancar. Tidak terhalang asap dan kerumunan orang yang turun ke lapangan,” ujar Tobias.
Saat konvoi, Tobias meminta bobotoh tetap berhati-hati. Jaga keselamatan. Jangan sampai membahayakan diri, orang lain, dan jangan merusak fasilitas umum.






