SindoJabar, BANDUNG – Kota Bandung rawan aksi pembegalan sadis. Pelaku tak segan menganiaya menggunakan senjata tajam hingga korban luka parah.
Seperti cerita yang diunggah akun @elsafitroh di Threads pada Jumat (17/7/2026). Unggahan itu pun viral di Threads.
Dalam unggahannya, @elsafitroh menceritakan menerima korban terluka parah saat menjalani penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM).
Pria itu diduga menjadi korban pembegalan di kawasan Kampus Universitas Maranatha, Sukajadi, Kota Bandung. Korban mengalami luka di sekujur tubuh karena berusaha mempertahankan sepeda motor dan barang berharga miliknya.
“Bener gengs Bandung darurat begal. Hari ini bgt pasien laki-laki datang ke IGD pkm di jam 14.00 dengan kondisi babak belur, di begalnya pukul 01.00 dini hari daerah Maranatha. Begalny 3 orang salah 1 di antaranya bawa sajam. Sedih bgt korbanya melindungi motor, tas yg berisi laptop dan hp bener2 di peluk barang2nya biar ga kebegal. Jadi babak belur muka dan seluruh badanya, tanganya kena bacokan. Alhamdulillah motor dan barang2 aman krna keburu ada yg lewat,” tulis
@elsafitroh di Threads.
Namun cerita tentang pria yang luka parah di duga menjadi korban pembegalan itu belum terkonfirmasi secara valid.
Hati-hati Hoaks
Unggahan tersebut di banjiri komentar netizen yang mengaku resah dengan maraknya aksi pembegalan sadis di Kota Bandung.
“Mau berharap apa sama wali kota? Parkir liar, pungutan liar, premanisme, gangster dan lain-lain sudah merajalela,” komentar netizen di Threads tersebut.
Komentar lain juga menyoroti maraknya kabar dugaan pembegalan yang hampir setiap hari terjadi di Bandung.
“Bandung itu benar-benar setiap hari ada saja berita di begal dan pelakunya berbeda-beda terus. Yang sedang berolahraga lari pagi saja kena begal. Ini masih tidak jauh dari daerah rumah saya. Begal sekarang tidak cuma (beraksi) malam saja,” tulis netizen lain.
Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan, belum ada laporan terkait peristiwa pembegalan di dekat kampus Maranatha. “Belum ada laporan di situ,” kata Kasatreskrim, Sabtu (18/7/2026).
AKBP Anton menyatakan, anggota mendalami informasi tersebut terkait dengan kebenarannya. “Hati-hati hoaks. Pastikan dulu ada kejadian atau tidak,” ujar AKBP Anton.






