Sampah di Pasar Induk Caringin Kembali Menggunung Akibat Keterbatasan Volume Angkut

BANDUNG, SindoJabar.com – Sampah di Pasar Induk Caringin, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, kembali menggunung. Kondisi itu terjadi akibat keterbatasan volume pengangkutan dan pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

Gunung sampah itu sangat mengganggu kenyamanan pedagang dan pengunjung pasar. Bahkan warga sekitar Pasar Induk Caringin pun merasa terganggu.

Sebab, bau busuk sampah tercium dari jarak sekitar 50-100 meter. Sebagian besar sampah yang menumpuk di sana jenis organik.

Rega, pedagang di Pasar Induk Caringin mengatakan, sampah kembali menggunung sejak tiga bulan lalu. Aktivitas pengangkutan dan pembuangan berjalan, tetapi volumenya tidak sebanding dengan volume sampah yang dibuang ke TPS Caringin.

“Lebih banyak sampah yang masuk daripada yang di angkut,” kata Raga kepada wartawan di Pasar Induk Caringin, Senin (22/9/2025).

Tumpukan sampah itu, ujar Raga, menyebabkan masyarakat enggan datang ke Pasar Induk Caringin. “Yang belanja (pembeli) pulang lagi. Akses jalan, susah. Enggak nyaman,” ujar Raga.

TPA Sarimukti Dibuka, Bandung Fokus Tekan Sampah Lewat Pengolahan Mandiri

Harapan Pedagang

Beberapa waktu lalu, Gubenur Jawa Barat Dedi Mulyadi pernah berkunjung ke Pasar Induk Caringin untuk meninjau lokasi. Dedi Mulyadi geram melihat tumpukan sampah di pasar induk tersebut. “Pas ada Dedi Mulyadi, bersih. Sekarang numpuk lagi,” tutur Raga.

Raga berharap pemerintah segera mengatasi persoalan sampah di Pasar Induk Caringin agar pedagang dan pembeli nyaman saat melakukan aktivitas jual-beli.

“Iya diangkut, bersih. Setiap hari lah di angkut. Jadi pemasukan sama pengeluaran sebanding. Ini kan keluarnya sedikit masuknya banyak,” harapnya.

Sementara itu, Pengawas Kebersihan Pasar Induk Caringin Dede Suparman mengatakan, volume sampah di TPS Pasar Induk Caringin lebih banyak daripada volume angkut per hari.

Pasar Induk Caringin, kata Dede, menerima jatah volume angkut 3 rit atau setara 21 ton per hari. Sedangkan volume sampah di TPS Caringin mencapai 40-50 ton per hari.

“Jadi banyak yang tersisa dibanding yang dibuang, gitu,” kata Dede.

Komunitas Reborn Indonesia Usung Solidaritas Lewat Aksi Jaga Bandung

Insinerator dan Alat Pres

Dede menyatakan, insinerator atau alat bakar sampah tambahan akan di siapkan selain menggunakan alat pres. Alat tersebut di targetkan beroperasi pada Oktober 2025.

“Awal Oktober mungkin mesin sudah datang. Jadi sampah di pres untuk mengurangi volume,” ujar Dede.