Tips Mudik Aman Keluarga Bahagia, Dirlantas Polda Jabar: Ngantuk Jangan Maksa Nyetir, Segera Istirahat

Jawa Barat88 Dilihat

SindoJabar.com – Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar memberikan sejumlah tips aman, nyaman, dan selamat saat melakukan perjalanan mudik hingga tiba di kampung halaman.

Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, pemudik yang melintasi wilayah Jawa Barat diimbau untuk tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh mulai lelah atau mengantuk.

“Lebih baik istirahat. Sebab, mengemudi dalam kondisi tidak fit berisiko tinggi memicu kecelakaan lalu lintas,” kata Kombes Pol Reydian Kokrosono, Sabtu (14/3/2026).

Kombes Raydian menjelaskan, pemudik bisa beristirahat di rest area terdekat atau di pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026.

“Polda Jabar telah menyiapkan sejumlah titik istirahat bagi pemudik agar perjalanan tetap aman dan nyaman,” ujarnya.

Kombes Raydian juga mengingatkan pemudik untuk tidak berhenti di bahu jalan tol karena sangat berbahaya dan dapat memicu kecelakaan.

“Kami juga mengingatkan agar tidak berhenti di bahu jalan karena sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Bahu jalan bukan tempat istirahat,” tutur Kombes Raydian.

Kombes Reydian mengatakan, keselamatan harus menjadi prioritas utama selama perjalanan mudik, bukan sekadar mengejar waktu tiba di kampung halaman.

“Utamakan keselamatan, bukan kecepatan. Istirahat sejenak agar perjalanan tetap nyaman dan aman. Mudik aman, keluarga bahagia,” tegas Kombes Raydian.

Puncak Arus Mudik

Polda Jabar memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun 2026 di wilayah Jawa Barat terjadi dua gelombang. Karena itu, Polda Jabar menyiapkan strategi dan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan di Jawa Barat.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, Operasi Ketupat Lodaya 2026 berlangsung selama dua pekan, mulai 13 Maret hingga 25 Maret. Sedangkan puncak arus mudik lebaran tahun 2026 di perkirakan terjadi dua gelombang.

“Puncak arus mudik diperkirakan dua gelombang. Hari Sabtu dan Minggu (14-15 Maret). Kemudian 19-20 Maret,” kata Kapolda Jabar.

Begitu arus balik, ujar Irjen Rudi, akan terjadi dua gelombang. Yaitu, tanggal 24 dan 25 dan 27 dan 28 Maret.

Irjen Rudi mengapresiasi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang telah memberikan dukungan dalam upaya memperlancar arus mudik.

“Gubernur Dedi Mulyadi meliburkan angkot, delman dan becak dengan pemberian konpensasi,” ujar Irjen Rudi.

Kapolda menuturkan, dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polda Jabar mengerahkan 26.692 personel gabungan, terdiri atas 15.097 personel Polri dan 11.595 personel TNI.

Selain itu, Polda Jabar juga melibatkan personel dari berbagai instansi terkait di Pemprov Jabar.