Viral Gerombolan Bermotor Hunus Senjata Tajam di Flyover Pasupati, Polisi Tangkap 4 Pemuda

Jawa Barat3 Dilihat

SindoJabar.com – Video berisi rekaman gerombolan bermotor konvoi di Flyover Pasupati sambil menghunus senjata tajam celurit, samurai, golok, dan pedang, viral di media sosial (medsos), Jumat (12/6/2026).

Setelah mendapat informasi terkait aksi meresahkan itu, Tim Prabu 2 Presisi atas perintah Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi, bergerak menangkap empat pelaku yang menghunus senjata tajam tersebut.

Berdasarkan informasi, gerombolan itu bergerak menuju Jalan Terusan Suryani. Saat menyisir lokasi tersebut, petugas mengamankan empat pemuda yang berusaha melarikan diri saat akan diperiksa.

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengamankan tiga bilah senjata tajam berupa samurai, celurit, dan sabit modifikasi.

Senjata tajam tersebut diduga akan di gunakan untuk tawuran. Selanjutnya, keempat pemuda dan barang bukti senjata tajam di serahkan ke Polsek Bandung Kulon untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin mengatakan, empat pemuda yang tertangkap membawa senjata tajam itu masih anak SMP dan SMA.

“Ada dua orang berusia sekitar 16 tahunan. Kemudian satu orang usia SMA dan satu orang yang sudah lulus sekolah,” kata Kabag Ops.

Proses Hukum

AKBP Asep menyatakan, polisi memanggil pihak sekolah dan orang tua keempat pelaku. Proses hukum atas kasus ini akan berlanjut sampai ada penindakan sesuai aturan hukum.

“Walaupun mereka masih di bawah umur, tetap ada aturan yang mengatur tentang hal ini,” ujar AKBP Asep.

Di tanya apakah empat orang yang tertangkap merupakan pelaku yang terekam dalam video viral? Kabag Ops menuturkan, para pelaku yang videonya viral, dalam pengejaran.

“Memang di beberapa titik juga ada. Kami melakukan pengejaran. Ini masih dalam pengembangan karena beberapa orang melarikan diri,” tutur Kabag Ops.

Menurut AKBP Asep, keempat pelaku yang tertangkap mengaku anggota geng motor TOM.

“Itu (geng motor) namanya TOM. Bukan geng motor besar, tapi mereka mengistilahkan kelompok mereka dengan geng motor TOM,” ucap Kabag Ops.