Guru Besar UIN Jakarta Soroti Pentingnya Penguatan Nilai Pancasila bagi Generasi Muda

Nasional0 Dilihat

Sindojabar.Com – Pancasila dinilai tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika saat ini.

sosial, politik, ekonomi, dan perkembangan teknologi yang terus berubah.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya memiliki makna historis, tetapi juga relevan sebagai pedoman kehidupan berbangsa pada era kontemporer.dan perkembangan teknologi yang terus berubah.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha, menegaskan bahwa Pancasila merupakan kekuatan ideologis sekaligus moral yang mampu menjaga persatuan nasional di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Menurutnya, kesaktian Pancasila tidak dapat dipahami sebatas simbol atau peringatan sejarah semata, melainkan harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sosial, pendidikan, pemerintahan, dan pembangunan nasional.

“Pancasila merupakan fondasi moral, sosial, dan kebangsaan yang tetap relevan sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi perekat bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal,” ujar Prof. Achmad Tjachja Nugraha dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam perjalanan sejarahnya, Indonesia telah menghadapi berbagai ancaman, mulai dari konflik ideologi, potensi disintegrasi bangsa, krisis ekonomi, hingga polarisasi sosial yang berkembang akibat arus informasi digital dan media sosial.

Meski demikian, bangsa Indonesia dinilai tetap mampu mempertahankan persatuan karena memiliki landasan nilai yang kuat melalui Pancasila sebagai ideologi negara.

Prof. Achmad menilai, tantangan kebangsaan pada era modern semakin kompleks seiring berkembangnya globalisasi, disrupsi teknologi, penyebaran hoaks, intoleransi, serta menurunnya semangat gotong royong dalam kehidupan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, penguatan nilai-nilai Pancasila, khususnya kepada generasi muda, menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas nasional dan keberlanjutan pembangunan bangsa.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan nasional tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas intelektual, tetapi harus mampu membentuk karakter, integritas, dan tanggung jawab kebangsaan.

“Pendidikan memiliki fungsi strategis dalam membangun peradaban bangsa. Integrasi antara ilmu pengetahuan, moralitas, dan karakter kebangsaan menjadi kunci dalam menjaga masa depan Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Achmad menjelaskan bahwa setiap sila dalam Pancasila memiliki relevansi kuat terhadap kehidupan berbangsa saat ini.

Nilai Ketuhanan mengajarkan toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman agama, nilai Kemanusiaan menanamkan prinsip keadilan dan empati sosial, sedangkan nilai Persatuan menjadi instrumen utama dalam menghadapi ancaman perpecahan bangsa.

Sementara itu, nilai Kerakyatan dan Keadilan Sosial dinilai menjadi dasar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada kepentingan rakyat dan pembangunan yang berkeadilan.

Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, termasuk tantangan ketahanan pangan, perubahan sosial, dan dinamika ekonomi internasional, Prof. Achmad turut menyoroti pentingnya penguatan kemandirian nasional melalui pengembangan sektor pangan, riset, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, kesaktian Pancasila pada hakikatnya merupakan kekuatan nilai yang hidup dalam kesadaran kolektif bangsa Indonesia.

“Selama nilai persatuan, gotong royong, toleransi, dan keadilan tetap dijaga dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, maka Pancasila akan terus menjadi penopang utama keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Prof. Achmad Tjachja Nugraha diketahui merupakan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga Penasehat Pusat Persatuan Umat Islam (PUI) yang aktif dalam pengembangan pemikiran terkait ketahanan pangan, pembangunan nasional, dan penguatan karakter kebangsaan. (*)