sindojabar.com – Menolak lupa pada akar tradisi di tengah modernitas, Canvas Aksara menggelar ‘Ngamumule Budaya Sunda’ sebagai wujud cinta pada identitas lokal.
Mengemas nilai tradisi lewat sentuhan edukasi yang fresh dan kekinian, acara ini siap menyapa publik di Gedung Mayang Sunda, Bandung, tanggal 1 Februari 2026 mendatang.
Lebih dari sekadar acara, kegiatan ini menjadi ruang temu generasi penerus untuk berdialog dan merawat kearifan Sunda, sekaligus menjaga agar nilai-nilai luhur Sunda tetap relevan dan tidak lekang oleh waktu.
Baca Juga: Asia Afrika Festival 2025: Jembatan Dunia Lewat Diplomasi Budaya
Jembatan Tradisi dan Generasi Z
Ketua Panitia Ngamumule Budaya Sunda, Rosmiati, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mendekatkan budaya kepada anak muda tanpa membuatnya terasa kuno.
“Kami ingin menghadirkan budaya Sunda dengan cara yang lebih dekat dan relevan bagi generasi muda. Melalui acara ini, budaya tidak hanya ditonton, tetapi juga dipahami dan dialami secara langsung,” ujar Rosmiati dalam keterangannya. Jumat (23/1/2026)
Ia berharap kegiatan ini mampu menjadi jembatan yang menghubungkan warisan nenek moyang dengan gaya hidup generasi masa kini.
Baca Juga: Bumi Sadayana: Warung Sunda dengan Konsep Berbagi
Rangkaian Acara Dari Pencak Silat hingga Talk Show
Panitia telah menyiapkan berbagai agenda menarik yang melibatkan partisipasi aktif pengunjung. Tidak hanya sekadar seremoni, acara ini akan menyuguhkan:
- Penampilan Seni: Tarian tradisional dan atraksi pencak silat.
- Edukasi & Workshop: Talk show kebudayaan dalam konteks modern serta mini workshop budaya Sunda.
- Interaksi Seru: Permainan tradisional, games, dan kuis interaktif berhadiah.
Saat ini, persiapan teknis terus dimatangkan, mulai dari kurasi penampil hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan acara berjalan maksimal.
Baca Juga: IBS Foundation Buka Santriversary: Dorong Kemandirian Pangan Pesantren
Kuota Terbatas
Guna menjaga kenyamanan dan efektivitas edukasi, panitia menyediakan kuota terbatas hanya 200 orang dan acara ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum yang rindu untuk mendalami dan melestarikan budaya lokal secara lebih personal.
Langkah ini ditempuh agar semangat “Ngamumule Budaya Sunda” tidak berhenti pada momentum acara semata, melainkan terus tumbuh menjadi gerakan konsisten dalam memperkuat identitas budaya di tengah masyarakat.
Setelah rangkaian acara berakhir, Canvas Aksara tetap berkomitmen melakukan evaluasi dan dokumentasi secara berkelanjutan. (dsp)






