SindoJabar, BANDUNG – Pemkot Bandung menggelar Lomba Toilet Bersih 2026 bagi sekolah negeri jenjang SD dan SMP. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga sekolah terhadap kebersihan, kesehatan, serta kelayakan fasilitas sanitasi yang ramah anak dan inklusif.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden yang kemudian ditindaklanjuti Dinas Pendidikan Kota Bandung melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah.
Baca Juga:Pemkot Bandung Tambah 25 Mesin Pengolah Sampah dan 1.597 Petugas
Menurutnya, kondisi toilet dapat mencerminkan budaya kebersihan sekaligus karakter warga sekolah dalam menjaga lingkungan.
“Toilet sekolah sebagai cerminan utama budaya mutu dan karakter sebuah sekolah. Hal tersebut bisa memperlihatkan cara warga sekolah menghargai kebersihan lingkungan, terutama toilet,” kata Farhan, Selasa (27/10/2026).
Farhan mengungkapkan, masih terdapat sejumlah toilet sekolah yang kondisinya perlu mendapat perhatian. Selain kebersihan dan kelayakan fasilitas, aspek keamanan, kenyamanan, serta aksesibilitas bagi anak juga perlu ditingkatkan.
Baca Juga:Bangun Kesadaran Politik Generasi Muda, Ratnawati Ajak Pelajar Cirebon Pahami Demokrasi
Melalui lomba tersebut, Pemkot Bandung berharap seluruh warga sekolah terlibat aktif dalam membenahi dan merawat fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari.
“Dengan adanya lomba toilet bersih ini, diharapkan semua pihak beberes. Meningkatkan kesadaran warga sekolah dalam menjaga kebersihan dan kelayakan fasilitas sekolah yang memang betul-betul digunakan sehari-hari oleh warga sekolah,” ucapnya.
Farhan menegaskan, lomba toilet bersih bukan sekadar kompetisi untuk menentukan sekolah dengan toilet paling bersih. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan untuk membangun kebiasaan hidup bersih sekaligus memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Menurutnya, toilet juga dapat menjadi sarana edukasi PHBS, termasuk mendorong terciptanya fasilitas sanitasi yang ramah anak dan dapat diakses secara inklusif.
Baca Juga:Tanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini, Ratnawati Dorong Pelajar Cirebon Lebih Aktif dan Kritis
Pelaksanaan Lomba Toilet Bersih 2026 dimulai dengan sosialisasi pada 6 Oktober. Selanjutnya, sekolah diberi waktu untuk melakukan pembenahan secara mandiri pada 7–21 Oktober 2026.
Adapun proses penilaian berlangsung pada 22 Oktober hingga 8 November 2026.
Kriteria penilaian meliputi kebersihan, kesehatan, kelengkapan sarana dan prasarana, keamanan dan kenyamanan, inklusivitas, otomatisasi budaya dan partisipasi, estetika, serta inovasi dan edukasi.
Farhan pun mengajak seluruh warga SD dan SMP negeri di Kota Bandung untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Farhan berharap, upaya pembenahan toilet dapat menjadi bagian dari budaya gotong royong dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.
Baca Juga:Demokrat Jabar Siap Sukseskan ‘Lomba Rakyat’ di 27 Kabupaten/Kota
“Saya minta kepada seluruh warga SD dan SMP Negeri untuk mengikuti lomba toilet bersih ini. Mari kita sama-sama bergotong royong mewujudkan lingkungan yang bersih,” pungkasnya. (*YM)






