SindoJabar.Com – Aktivitas bermain sangat penting karena berkaitan erat dengan perkembangan saraf otak anak.
Bermain merangsang sinaps otak, kemampuan motorik, fungsi kognitif dan eksekutif anak, mencakup proses mental, berpikir, menalar, serta memecahkan masalah.
Demikian kesimpulan dalam seminar edukatif bertajuk “Play Based Learning: Bermain sebagai Dasar Tumbuh Kembang Optimal”.
Acara ini digelar oleh Klinik Utama Darra Medika di Kantor Fajar Puncak Pratama, Jalan Buahbatu, Kota Bandung, Selasa (2/2/2026).
Acara ini berlangsung meriah, dihadiri oleh lebih dari 124 peserta, dari perwakilan sekolah-sekolah ternama se-Kota Bandung, orang tua, dan komunitas peduli tumbuh kembang anak.
Seminar itu menghadirkan pakar, pertama, dr Indra Sahril SpA Subsp.Neuro (K) MKes. Indra merupakan Dokter Subspesialis Neurologi Anak Klinik Utama Darra Medika. Kedua, Psikolog Klinis Klinik Utama Darra Medika Khamsha Noory MPsi.
Kedua ahli mengupas tuntas tentang pentingnya metode belajar berbasis permainan untuk merangsang sinaps otak dan kemampuan motorik anak.
Lebih dari sekadar seminar, acara ini menjadi wadah diskusi interaktif. Selain mendapatkan ilmu, para peserta juga dimanjakan dengan berbagai fasilitas. Seperti, medical check up gratis dan goody bag eksklusif dari SR12.
Kaitan Bermain dengan Otak Anak
Dalam seminar, dr Indra memaparkan kaitan antara aktivitas bermain dengan perkembangan saraf otak anak.
“Pentingnya fungsi kognitif dan eksekutif dalam perkembangan anak yang mencakup proses mental. Seperti, berpikir, menalar, dan memecahkan masalah,” kata dr Indra.
Perkembangan ini, ujar dr Indra, melibatkan komponen kunci, antara lain, memori, perhatian, dan keterampilan fungsi eksekutif inti.
“Fungsi eksekutif inti terdiri atas pengendalian hambatan (inhibition control), memori kerja (working memory), dan fleksibilitas kognitif,” ujarnya.
Dokter Indra menuturkan, seiring bertambahnya usia, anak-anak melewati berbagai tahapan perkembangan.
Dari kemampuan motorik dan bahasa hingga pemahaman konsep sosial yang lebih kompleks melalui Theory of Mind.
Secara keseluruhan, tutur dia, penguasaan fungsi-fungsi ini berdampak signifikan terhadap keberhasilan akademik.
Selain itu, anak memiliki kemampuan meregulasi emosi, berinteraksi sosial, dan berperilaku di lingkungan sekolah.
Pergeseran ke Dunia Digital
Khamsha Noory MPsi menyoroti tentang meningkatnya kecemasan anak akibat pergeseran dari bermain bebas ke dunia digital.
Menurut Khamsha, paparan layar sejak dini menghambat kemampuan anak dalam menyelesaikan konflik dan membangun resiliensi.
“Juga menghambat pematangan fondasi fisik ABC (Atensi, Balance, dan Koordinasi) yang krusial bagi kesuksesan akademik,” kata Khamsha.
“Prinsip neuroplastisitas mengajak orang tua memperbaiki dasar perkembangan anak dengan mengurangi paparan layar dan memperbanyak aktivitas fisik serta sosial,” ujarnya.
Khamsha menuturkan, bermain bukan membuang waktu, melainkan bahasa alami anak dan investasi kesehatan mental.
Aktivitas bermain membantu anak meregulasi emosi, membangun kepercayaan diri, dan mengekspresikan diri secara sehat.
Antusiasme Luar Biasa
“Kami sangat bangga melihat antusiasme para pendidik dan orang tua di Bandung,” kata dr Raynaldy Budhy Utomo MM perwakilan manajemen Klinik Utama Darra Medika.
Raynaldy menilai, kehadiran 124 peserta membuktikan kesadaran akan pentingnya pola asuh tepat melalui metode bermain, semakin meningkat.
Seminar ini adalah langkah kecil Klinik Utama Darra Medika, untuk masa depan anak-anak Indonesia lebih cerah. Klinik Utama Darra Medika berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.
“Kami sangat terbuka untuk kolaborasi bersama mitra dan sekolah yang akan mengadakan kembali kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Semetara itu, Rahma, salah satu perwakilan komunitas ibu mengatakan, senang mengikuti sesi seminar hingga akhir:
“Jujur, awalnya saya pikir bermain itu hanya sekadar mengisi waktu luang anak,” kata Rahma.
Menurut Rahma, setelah mendengar penjelasan dr Indra dan ibu Khamsha, mata saya terbuka bahwa setiap detik anak bermain adalah proses belajar sangat krusial bagi otaknya.
“Acaranya keren banget, pengemasannya menarik, dan pulang-pulang saya merasa punya bekal baru untuk mendampingi tumbuh kembang anak saya di rumah,” ujarnya.
Edukasi bagi Masyarakat
Sofia Aknani, Distributor Utama SR 12 sekaligus owner Starpreneur Fajar Puncak yang merupakan mitra kolaborasi kegiatan seminar ini mengungkapkan senang bekerja sama dengan Klinik Utama Darra Medika.
“Saya senang bisa berkolaborasi dengan Kinik Utama Darra Medika. Selain peserta yang hadir di luar dugaan mencapai 124 orang, kegiatan ini sangat positif bagi awareness kedua belah pihak,” kata Sofia Aknani.
Sofia menilai, secara keseluruhan topik yang di bahas sangat menarik dan penting di zaman ini.
Terutama, untuk ibu-ibu muda yang perlu edukasi tumbuh kembang anak dan pola asuh yang baik. “Alhamdulillah kegiatan dapat berjalan sukses dan lancar,” ujar Sofia.
Fariz, marketing Klinik Utama Darra Medika mengatakan, melalui kegiatan ini, Klinik Utama Darra Medika berkomitmen terus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga soal tumbuh kembang anak. Klinik Utama Darra Medika memiliki lini layanan tumbuh kembang anak yang didukung oleh terapis wicara, okupasi, dan perilaku
“Selain itu, orang tua juga dapat test IQ anak di kami dengan salah satu metodenya yaitu test Griffith,” kata Fariz.






