SindoJabar.com – Cecep Mukhtar Maulana atau CMM (30), tersangka pembunuhan sadis di Jalan Sekelimus Tengah, RT 03/06, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, mengaku berencana menghabisi nyawa korban Nanda Tritami Raina (26).
Tersangka Cecep mengaku nekat membunuh lantaran sakit hati tidak bisa bertemu dengan anaknya. Cecep menilai korban Nanda ikut campur masalah rumah tangganya.
“Saya menyesal. Iya memang (pembunuhan) direncanakan. Gara-gara ketemu anak tp (tapi) gak ditemui korban. Ikut campur keluarga. Permohonan maaf. Saya minta maaf saya nyesel,” kata Cecep kepada wartawan.
Niat jahat pelaku Cecep akhir terjadi pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 20.15 WIB. Berbekal pisau dapur, pelaku Cecep berangkat dari Rancasari ke Sekelimus Tengah pada sore hari.
Di lokasi kejadian, pelaku Cecep menunggu korban. Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya korban Nanda melintas.
Pelaku Cecep menghampiri hingga terjadi cekcok dengan korban Nanda. Tiba-tiba, Cecep mengeluarkan sebilah pisau.
Pria yang merupakan mantan kakak ipar itu menikam dada korban Nanda empat-lima kali. Korban pun bersimbah darah dan dilarikan ke RS Pindad. Namun, nyawa korban tak tertolong.
Pelaku Tunggu Korban Melintas
Sementara itu, Ketua RW 06 Joko menuturkan, tidak melihat langsung peristiwa pembunuhan yang terjadi pada Sabtu malam. Namun Joko mendapat laporan dari warga sehingga datang ke lokasi kejadian.
“Saat kejadian, saya datang, sudah ditangani oleh polsek, dalam hal ini penanganan pertama,” kata Joko kepada wartawan.
Joko menjelaskan, sebelum kejadian, korban akan menuju ke tempat kerjanya RS Mayapada. Almarhumah merupakan tenaga admin di rumah sakit itu.
“Saat dalam perjalanan, dekat RM Sederhana, terjadilah peristiwa pembunuhan yang di lakukan oleh seorang lelaki berinisial (CMM atau Cecep),” ujar Joko.
Berdasarkan informasi, tutur Joko, tersangka Cecep telah menunggu korban melintas di lokasi kejadian. Artinya, tersangka Cecep telah merencanakan pembunuhan itu.
Saat peristiwa terjadi, tuturnya, pelaku mengucapkan kata-kata kepada masyarakat agar jangan ikut campur karena urusan pribadi.
“Tapi, pelaku sudah melakukan penusukan. Saat itu, korban belum meninggal dunia,” tutur Joko.
Joko mengatakan, pelaku Cecep berhasil di amankan oleh warga dan petugas Polsek Bandung Kidul. Sedangkan korban Nanda di bawa ke RS Pindad.
Namun, dalam proses menuju RS Pindad dan sempat mendapatkan penanganan medis, korban meninggal dunia.
Korban Tulang Punggung Keluarga
“Peristiwa ini di sebabkan oleh masalah rumah tangga. Antara pelaku dengan korban ini pernah punya hubungan adik dan kakak ipar. Kakak si korban ini, istri dari pelaku,” ucap Joko.
Mirisnya, korban Nanda merupakan tulang punggung keluarga. Menurut Joko, almarhumah Nanda telah 10 bulan tinggal di tempat kos di Jalan Sekelimus Tengah. Selama tinggal di Sekelimus, korban di kenal rajin dan ramah kepada warga sekitar.
Menurut informasi yang di terima, ujar Joko, kakak korban sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh pelaku Cecep. Sehingga, kakak korban curhat kepada korban.
“Alhamdulillah peristiwa ini sudah bisa di tangani oleh aparat baik dari Polsek Bandung Kidul maupun Polrestabes Bandung. Tim dari polsek dan polrestabes melakukan olah TKP,” ujarnya.
Sebelumnya, Kapolsek Bandung Kidul Kompol Sulardjo mengatakan, pelaku Cecep empat-lima kali menikam dada korban. Polisi telah mengamankan pisau dapur yang di gunakan pelaku.
“(pembunuhan terhadap korban) udah di rencanain dari pagi. Yang di pakai (untuk menikam korban) itu pisau dapur. Kasus ini kami dalami,” kata Kompol Sulardjo.






