Industry Night 2026 Ekspansi ke Tiga Kota, Ray Janson Dorong Kolaborasi Jadi Kunci Pertumbuhan Industri F&B

Sindojabar.com – Industri makanan dan minuman Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tekanan ekonomi, perubahan tren konsumen, hingga persaingan yang makin ketat memaksa para pelaku usaha mencari cara baru untuk bertahan.

Di tengah situasi tersebut, Taste Narrative dan Ray Janson Radio kembali menghadirkan Industry Night 2026 sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan para pelaku industri untuk saling menguatkan.

Setelah berkembang selama tiga tahun terakhir, Industry Night memasuki babak baru melalui rangkaian Special Takeover Tour yang akan hadir di Bandung, Bali, dan Jakarta sepanjang 2026. Langkah ini mempertegas komitmen Taste Narrative dan Ray Janson Radio dalam memperluas dampak positif bagi ekosistem F&B, hospitality, industri kreatif, media, komunitas, hingga generasi muda Indonesia.

Berangkat dari kampanye Satu Indonesia Rasa yang diinisiasi sejak 2023, Industry Night lahir dari keyakinan bahwa makanan dan minuman tidak hanya berbicara tentang rasa. Industri ini juga menyimpan cerita tentang manusia, budaya, hubungan, dan peluang yang tercipta melalui pertemuan.

Semangat tersebut sejalan dengan berbagai gerakan yang mendorong pelestarian kuliner Nusantara, termasuk kampanye Future Menu yang mengajak pelaku industri menggali kembali kekayaan kuliner lokal dan memperkenalkannya kepada generasi masa kini.

Lebih dari sekadar acara tahunan, Industry Night menjelma menjadi ruang yang mempertemukan chef, pemilik restoran, bartender, kreator, supplier, media, mahasiswa, brand, hingga pelaku usaha untuk bertukar perspektif, menemukan peluang baru, dan membangun kolaborasi jangka panjang.

“Awalnya sederhana. Saya hanya ingin punya ruang untuk berkumpul dengan teman-teman, berbagi cerita, bertukar perspektif, dan saling belajar satu sama lain. Dari pertemuan kecil seperti itu sering lahir ide, kesempatan, bahkan kolaborasi yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Industry Night hadir untuk menjaga semangat itu dalam skala yang lebih besar,” ujar Ray Janson di Bandung, Senin (15/6/2026).

Ray mengungkapkan perjalanan Industry Night berkembang jauh melampaui ekspektasi. Pada penyelenggaraan perdana tahun 2023, panitia hanya mengundang sekitar 50 orang. Namun, antusiasme peserta membuat lebih dari 200 orang hadir.

“Tahun 2024 ternyata 700 orang datang. Tahun 2025 hampir 2.500 orang hadir. Setelah itu banyak teman-teman dari kota lain bertanya kapan acara seperti ini hadir di daerah mereka,” katanya.

Menurut Ray, kekuatan industri F&B saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada kualitas produk. Pelaku usaha harus mampu membangun jaringan dan kolaborasi agar bisnis tetap bertahan.

“Kolaborasi dan komunitas sekarang sangat penting. Bukan hanya untuk bisnis masing-masing, tetapi juga untuk perkembangan industri di daerah dan Indonesia. Industri F&B memberi kontribusi ekonomi yang besar bagi negara,” ujarnya.

Ia menilai Bandung, Jakarta, dan Bali memiliki ekosistem F&B yang relatif matang karena para pelaku industrinya aktif berkomunikasi dan berkolaborasi. Sementara itu, banyak pelaku usaha hebat di kota-kota lain yang belum saling mengenal.

“Acara seperti ini membuat mereka bisa berkenalan dan membuka peluang bisnis ke depannya,” ucapnya.

Ray juga mengingatkan bahwa tantangan bisnis dapat datang dari berbagai arah. Dampak pandemi, kondisi ekonomi global, pelemahan daya beli, hingga fluktuasi nilai tukar menuntut pelaku usaha untuk lebih adaptif.

“Bisnis harus bisa berkolaborasi supaya bisa bertahan bersama dan berkembang. Event hanya salah satu bentuknya. Kolaborasi bisa hadir dalam bentuk produk bersama atau saling berbagi supplier. Banyak sekali kemungkinan yang bisa dilakukan,” katanya.

Ia menegaskan komunitas kini menjadi kekuatan baru dalam menghidupkan bisnis.

“Zaman sekarang bukan hanya di Bandung, Jakarta, dan Bali. Di mana-mana outlet mulai menyasar komunitas, mulai dari komunitas lari, fotografi, sampai komunitas yang terbentuk karena kesamaan minat pemilik usaha. Komunitas menjadi sangat penting,” tegasnya.

Creative Director Ray Janson Radio sekaligus Director Taste Narrative, Dyas Zhafran, menambahkan bahwa Industry Night tidak pernah dirancang hanya sebagai sebuah pesta tahunan.

“Industry Night tidak pernah dibuat hanya untuk menjadi sebuah event. Kami ingin menciptakan ruang yang mempertemukan orang-orang baik, ide-ide baik, dan semangat untuk saling bertumbuh. Kami percaya kemajuan industri tidak bisa dibangun sendirian,” ujar Dyas.

Memasuki 2026, Industry Night akan lebih dekat dengan komunitas lokal melalui penyelenggaraan di Bandung dan Bali sebelum mencapai puncaknya di Jakarta. Bandung menjadi kota pembuka dalam rangkaian Special Takeover Tour karena memiliki ekosistem kreatif dan F&B yang dinamis.

Sementara itu, acara pembukaan berlangsung di Kisah Manis Huis, Ciumbuleuit, Bandung, mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB. Pengunjung akan menikmati berbagai program yang telah dikurasi, mulai dari Industry Talks, Pop-Up Kitchen Experience, Pop-Up Bar Experience, networking session, hingga kolaborasi lintas industri.

Sesi Industry Talks akan menghadirkan Wiro, Kang Uyul, Kang Seto, dan Nunu sebagai pembicara. Sementara Pop-Up Kitchen Experience akan menampilkan kolaborasi Chef Ray Janson dan Lucky. Pengalaman mixology juga akan dihadirkan melalui Gusti PBA, Liesmulla Iman, dan Ghalim Pati.

Melalui Industry Night 2026, Taste Narrative dan Ray Janson Radio ingin membuktikan bahwa masa depan industri F&B Indonesia tidak hanya dibangun oleh inovasi produk, tetapi juga oleh keberanian untuk membuka ruang dialog, memperkuat komunitas, dan menciptakan kolaborasi yang memberi manfaat bagi lebih banyak orang.