Sindojabar.com – Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Regional Bandung bersama Relawan MBG Jawa Barat memperkuat sinergi dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Kepala KPPG Regional Bandung, Ramzi, menyampaikan apresiasi atas dukungan Relawan MBG yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mengawal program strategis nasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan Program MBG membutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami berharap dukungan dari Relawan MBG terus terjalin agar Program MBG, khususnya di Jawa Barat, dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Ramzi, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: Warga Ciwidey Soroti Kualitas Menu MBG, Saeful Bachri Dorong Pengawasan Ketat
Dalam pertemuan tersebut, Ramzi juga menegaskan pentingnya penguatan pengawasan program seiring proses penataan kelembagaan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Ke depan, pembentukan kantor pelayanan hingga tingkat daerah diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan efektivitas pengawasan pelaksanaan program,” tandas Ramzi.
Selain itu, KPPG mendorong keterlibatan UMKM, BUMDes, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam rantai pasok kebutuhan pangan Program MBG. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat ekonomi lokal sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan yang aman dan berkualitas.
Baca Juga: Pemprov Jabar Antisipasi Kenaikan Harga Telur dan Ayam
Sementara itu, Relawan MBG Jawa Barat menyampaikan sejumlah masukan konstruktif untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan.
Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah perlunya penguatan pengawasan terhadap seluruh unsur pelaksana, mulai dari koordinator kecamatan (korcam), koordinator wilayah (korwil), hingga kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), guna memastikan program berjalan tepat sasaran, transparan, dan bebas dari potensi penyimpangan.
Selain itu, Relawan MBG Jawa Barat juga mendorong adanya evaluasi terhadap Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026. Mereka menilai layanan bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, perlu tetap berjalan selama masa libur sekolah karena kelompok penerima manfaat tersebut memiliki kebutuhan gizi yang berkelanjutan dan tidak berkaitan langsung dengan aktivitas pendidikan.
Baca Juga: DPRD Jabar Prihatin Keracunan MBG Kembali Terjadi
Menurut Relawan MBG, keberlanjutan pelayanan bagi kelompok 3B merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas dan berkesinambungan. (dsp)






