SindoJabar, BANDUNG – Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung kembali menambah konektivitas penerbangan. Super Air Jet resmi membuka rute Medan-Bandung-Denpasar mulai Jumat (18/9/2026), melengkapi penerbangan yang sebelumnya kembali dilayani Garuda Indonesia dan Citilink.
Penerbangan perdana Super Air Jet tersebut disambut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Bandara Husein Sastranegara. Kehadiran rute baru itu dinilai membuka peluang Bandung tidak hanya menjadi kota tujuan, tetapi juga titik transit penerbangan antardaerah.
Baca Juga:Farhan Optimistis Husein Kembali Ramai, Rute Bandung–Yogyakarta Resmi Beroperasi
“Sebulan setelah inaugurasi penerbangan oleh Garuda dan Citilink, hari ini inaugurasi penerbangan oleh Super Air Jet di Bandara Husein. Alhamdulillah, ini artinya menambah jumlah penerbangan dan jumlah penumpang,” kata Farhan di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung Jumat (18/9/2026).
Farhan mengatakan, penambahan penerbangan mulai terlihat dari meningkatnya pergerakan penumpang di Bandara Husein. Jika sebelumnya rata-rata penumpang sekitar 1.000 orang per hari, kini jumlahnya berada di kisaran 1.300 hingga 1.600 penumpang per hari.
Pemkot Bandung menargetkan, angka tersebut terus meningkat hingga mencapai 3.000 penumpang per hari pada akhir 2026.
“Kalau sudah 3.000 penumpang per hari, kita kembali ke kondisi tahun 2023. Sebelum pandemi Covid-19 bahkan pernah mencapai sekitar 9.000 penumpang per hari,” katanya.
Baca Juga:Warga Sambut Aktifnya Kembali Bandara Husein Sastranegara
Menurutnya, rute Medan–Bandung–Denpasar juga memperlihatkan peluang Bandung menjadi titik transit perjalanan udara. Posisi Bandung dinilai strategis untuk menghubungkan perjalanan dari Sumatra menuju Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi.
“Bandung itu salah satu transit yang paling menyenangkan. Biayanya tidak mahal, prosesnya cepat karena bandaranya relatif kecil, sehingga sangat nyaman bagi penumpang,” ungkapnya.
Potensi tersebut terlihat dari penerbangan perdana Super Air Jet. Dari sekitar 170 penumpang yang berangkat dari Medan, sekitar 130 penumpang turun di Bandung, sedangkan 40 penumpang lainnya melanjutkan penerbangan menuju Denpasar.
Farhan menilai pola perjalanan tersebut bisa memberikan efek berantai terhadap perekonomian Bandung. Penumpang yang singgah maupun menginap berpotensi menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, perdagangan, pariwisata hingga pendidikan.
“Kalau transit, bisnis hospitality di sekitar bandara bisa bergerak. Kalau penumpang turun di Bandung, dampaknya lebih luas lagi untuk sektor wisata, perdagangan, manufaktur hingga pendidikan,” ujarnya.
Baca Juga:Reaktivasi Bandara Husein Kian Dekat, Pemkot Siapkan Branding Kota Bandung
Selain sektor wisata dan bisnis, Farhan menyebut, pendidikan sebagai salah satu magnet utama yang membuat orang datang ke Bandung.
“Kita harus memberi ruang seluas-luasnya untuk tujuan pendidikan karena Bandung dikenal sebagai kota pendidikan,” katanya.
Di sisi lain, Pemkot Bandung masih melakukan pembenahan untuk mendukung peningkatan aktivitas Bandara Husein. Setelah peningkatan kualitas jalan dan penerangan jalan umum (PJU), pemerintah kini memprioritaskan penataan kabel udara serta peningkatan akses menuju bandara.
“Salah satu prioritas kami adalah menata kabel udara agar kawasan sekitar bandara lebih rapi. Selain itu, sedang dibahas bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bappenas, pembangunan akses langsung dari Gerbang Tol Pasteur menuju Bandara Husein,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Lion Air Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan pembukaan rute Medan-Bandung-Denpasar merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat konektivitas antardaerah.
“Hari ini menjadi hari bersejarah karena Bandung kembali diramaikan dengan penerbangan. Kami siap mendukung karena memiliki armada dan jaringan konektivitas yang cukup kuat,” ujar Daniel.
Baca Juga:DPRD Jabar Harap Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Tidak Mengorbankan BIJB Kertajati
Super Air Jet untuk sementara mengoperasikan rute tersebut setiap hari menggunakan Airbus A320-200 berkapasitas 180 penumpang.
Daniel mengatakan, tingkat keterisian atau load factor pada penerbangan perdana telah mencapai lebih dari 90 persen, baik untuk penerbangan Medan menuju Bandung maupun Bandung menuju Denpasar.
“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Karena itu kami akan terus mengembangkan jaringan penerbangan dari Bandung,” katanya.
Super Air Jet juga menyiapkan pengembangan rute dari Bandung menuju sejumlah kota lain, yakni Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Pekanbaru.
Daniel menyebut Bandung memiliki pasar yang kuat karena menjadi tujuan wisata, pendidikan, kuliner, olahraga hingga kesehatan.
Bahkan, Lion Air Group menyatakan siap membuka penerbangan internasional apabila Bandara Husein kembali melayani penerbangan internasional.
Baca Juga:Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Menguat usai Dukungan Presiden Prabowo
“Jika nanti Bandung dibuka kembali sebagai bandara internasional, kami siap melayani penerbangan internasional. Salah satu pasar yang sangat potensial adalah Kuala Lumpur,” katanya. (YM)






