Pesan Jusuf Kalla di HUT ke-81 PMI: Relawan Harus Tiba di Lokasi Bencana dalam 6 Jam

SindoJabar, BANDUNG – Palang Merah Indonesia (PMI) mendorong seluruh pengurus dan relawan untuk mempercepat respons dalam menangani bencana maupun situasi darurat kemanusiaan. PMI menargetkan personel dapat tiba di lokasi terdampak maksimal enam jam setelah kejadian.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla dalam sambutan yang dibacakan Ketua PMI Kota Bandung Ade Koesjanto saat Upacara Peringatan HUT ke-81 PMI Tingkat Kota Bandung di Halaman Kantor PMI Kota Bandung, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga: Telkomsel Kembangkan Aplikasi TERRA, Perkuat Respons Bencana Berbasis Data Real-Time

“Pedoman kita adalah enam jam sampai. Dalam waktu enam jam, pengurus dan relawan harus sudah mencapai lokasi terdampak. Lebih cepat tentu lebih baik. Itulah wujud kepedulian,” kata Ade saat membacakan sambutan Jusuf Kalla.

Menurut Jusuf Kalla, kecepatan respons menjadi bagian penting dalam pelayanan kemanusiaan. PMI didirikan untuk membantu masyarakat yang menghadapi bencana dan berbagai persoalan kemanusiaan.

Karena itu, nilai kemanusiaan harus terus menjadi landasan utama dalam setiap langkah PMI, termasuk ketika menghadapi bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

“Palang Merah didirikan untuk membantu bencana dan kesulitan kemanusiaan. Itulah rasa mendalam dari kemanusiaan yang harus terus kita jaga bersama,” demikian pesan Jusuf Kalla yang dibacakan Ade.

Baca Juga:KPPG Bandung dan Relawan MBG Perkuat Sinergi Sukseskan Program MBG Menuju Generasi Emas 2045

Dalam peringatan HUT ke-81 tahun ini, PMI mengusung tema “Peduli, Bergerak, dan Bersama.”

Jusuf Kalla menjelaskan, tiga kata tersebut menjadi gambaran nilai yang harus dipegang seluruh jajaran PMI dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Peduli” dimaknai sebagai kepekaan terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Kepedulian tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi bencana atau keadaan darurat.

Sedangkan “Bergerak” menekankan pentingnya kesiapsiagaan untuk segera bertindak dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat.

Adapun “Bersama” menegaskan pentingnya kolaborasi antara PMI dengan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga:Bersatu untuk Kemanusiaan, LAZ IBS Foundation Himpun Dukungan bagi Korban Bencana Sumatera

“Bersama-sama dengan pemerintah, bersama organisasi lain, bersama masyarakat, barulah kita bisa mencapai hasil yang lebih baik dalam pelayanan kemanusiaan,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban bencana di berbagai daerah di Indonesia, termasuk bencana di Sumatra, Nusa Tenggara Timur, serta kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Ia sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus, relawan, dan karyawan PMI di seluruh Indonesia yang selama ini terlibat dalam penanganan berbagai kondisi darurat dan persoalan kemanusiaan.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Bandung Ade Koesjanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan peringatan HUT ke-81 PMI di Kota Bandung.

Ia mengaku bangga melihat semangat kebersamaan yang ditunjukkan para peserta upacara.

“Luar biasa, terima kasih atas hari ini. Upacara peringatan PMI yang ke-81 berlangsung begitu khidmat. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih,” kata Ade.

Baca Juga:éL Hotel Bandung Gelar Donor Darah Bersama PMI, Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Beragam Manfaat bagi Peserta

Upacara tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Bandung, unsur TNI, pengurus PMI Kota Bandung, relawan, anggota Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR) perguruan tinggi, serta sejumlah mitra kemanusiaan.

Melalui peringatan HUT ke-81, PMI Kota Bandung berharap semangat “Peduli, Bergerak, dan Bersama” semakin memperkuat solidaritas sosial serta kepedulian masyarakat terhadap sesama.

“Selamat ulang tahun ke-81 Palang Merah Indonesia. Mari kita terus bergerak bersama-sama untuk kemanusiaan,” pungkasnya. (YM)