SindoJabar, BANDUNG – Forum Akuntan Pendidik di kegiatan Parade Riset Akuntansi (PRA) XI menghasilkan empat poin fondasi penting dalam penyusunan kurikulum akuntansi modern di Indonesia.
Keempat poin tersebut dirancang khusus untuk memastikan mutu lulusan perguruan tinggi benar-benar siap menghadapi tantangan dunia kerja yang kompetitif dan dinamis.
Berikut empat poin fondasi penting dalam penyusunan kurikulum akuntansi tersebut. Poin pertama, Forum Akuntan Pendidik berfokus pada siklus kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang kini menjadi standard acuan nasional.
Implementasi OBE menuntut institusi pendidikan untuk berorientasi pada capaian pembelajaran yang terukur dan aplikatif di dunia nyata. Poin kedua, menitikberatkan pada penyelarasan antara profil lulusan dengan desain pembelajaran yang dikembangkan secara sistematis.
Proses ini dimulai dari penentuan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) hingga diturunkan ke dalam Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Tahapan tersebut bermuara poin ketiga, yaitu, pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang komprehensif dan mendalam.
RPS yang matang dinilai mampu memotret secara akurat kompetensi esensial yang wajib dimiliki oleh para mahasiswa sebelum mereka lulus dan terjun ke masyarakat. Selain aspek kurikulum, poin keempat membahas kerangka regulasi kokoh untuk mencetak generasi akuntan profesional yang berintegritas tinggi.
Regulasi ini menjadi payung hukum sekaligus panduan etis bagi dunia pendidikan tinggi dalam menghasilkan tenaga akuntan andal. Diskusi Forum Akuntan Pendidik yang digelar secara daring itu memasuki hari kedua dengan menghadirkan berbagai agenda penting. Mulai dari Forum Akuntan Pendidik, forum guru, sesi presentasi paralel.
Salah satu agenda utama yang menyita perhatian peserta adalah Forum Akuntan Pendidik yang menghadirkan narasumber ahli, Dr Evita Puspita Sari CA. Dalam pemaparannya, Dr Evita mengupas tuntas topik krusial mengenai implementasi pendidikan tinggi akuntansi yang selaras dengan kerangka standard yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.
BACA JUGA: 60 UMKM Ikut Coaching Clinic Akuntansi, IAI Dorong Penerapan Manajemen Keuangan Profesional

Penutupan
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Jawa Barat resmi menutup rangkaian acara International yang telah berlangsung dua hari, Kamis-Jumat (5/6/11/2026) di Gedung Dekanat Unisba. Kemeriahan hari kedua PRA XI, Jumat (6/11/2026) di warnai dengan pengumuman pemenang dari berbagai cabang kompetisi tingkat nasional yang telah di saring secara ketat.
Ajang ini menjadi wadah unjuk gigi bagi mahasiswa dan pelajar untuk menunjukkan kreativitas serta kemampuan analisis mereka di bidang akuntansi dan teknologi bisnis. Untuk kategori Simulation Game Monsoonsim, persaingan ketat di menangkan oleh talenta-talenta muda berbakat dari berbagai perguruan tinggi ternama.
Muhammad Fatih Faiz Binashrillah dari Universitas Presiden meraih juara pertama. Rahmadani dari Universitas Negeri Padang juara kedua, dan Cindy Eklezia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) juara ketiga.
Sementara itu, apresiasi tertinggi untuk kategori karya tulis ilmiah di berikan kepada para akademisi dan peneliti muda berbakat. Didik Kurniawan dari Polytechnic of State Finance STAN di nobatkan sebagai peraih Best Paper. Sedangkan penghargaan Best Presenter sukses di raih oleh Apia Dewi Agustin dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Tidak kalah meriah, kategori Short Video Challenge tingkat SMA dan SMK juga melahirkan talenta-talenta kreatif masa depan. Juara pertama di raih oleh SMK Negeri 1 Talaga, di susul oleh SMK Negeri 11 Bandung di posisi kedua, dan SMKS Al-Hasra di peringkat ketiga.
Apresiasi juga di berikan kepada para juara harapan yang menunjukkan karya video kreatif terbaik mereka. Posisi juara harapan di raih secara berturut-turut oleh SMK Purgabaya Bandung, SMKS Al-Hasra, dan SMK Bakti Nusantara 666.
3 Poin Pembelajaran
Seluruh rangkaian acara yang padat dan inspiratif ini akhirnya resmi di tutup oleh Wakil Ketua II Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Barat Dr Syafrizal Ikram CA.
Dalam pidato penutupan, Dr Syafrizal Ikram CA menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya evolusi berkelanjutan bagi profesi akuntan di era modern. Dr Syafrizal Ikram CA mengatakan, profesi akuntan di tuntut terus bertransformasi agar senantiasa bertanggung jawab dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Transformasi ini menjadi kunci agar akuntan tetap relevan di tengah arus perubahan zaman yang begitu cepat. Dr Syafrizal juga menyoroti pelaksanaan konferensi internasional dalam PRA XI yang membahas isu-isu strategis global.
Isu terkait geopolitik, risiko perubahan dunia, disrupsi teknologi, dinamika ekonomi global dan sosial kini telah bertransformasi. Dari sekadar tantangan masa depan menjadi realitas yang memengaruhi operasional bisnis.
Dalam menghadapi realitas tersebut, Dr Syafrizal memaparkan tiga poin pembelajaran utama yang wajib di serap dan di implementasikan oleh para akuntan profesional.
“Poin pertama berkaitan dengan prinsip keberlanjutan yang harus mampu melampaui batas-batas pelaporan konvensional. Menuju penciptaan nilai tambah yang nyata,” kata Dr Syafrizal.
Keberlanjutan sejati, ujar Dr Syafrizal, hanya dapat tercapai apabila kinerja ekonomi yang kuat berjalan selaras dengan tanggung jawab lingkungan. Selain itu, aspek penguatan dampak sosial juga menjadi elemen krusial untuk memperkuat partisipasi bersama dalam pembangunan berkelanjutan.
Universitas Presiden Tuan Rumah PRA XII
Poin pembelajaran kedua berfokus pada peran inovasi digital yang berfungsi memperkuat kapasitas kerja profesi, bukan sekadar menggantikannya. “Teknologi kecerdasan buatan dan otomatisasi analisis data membuka ruang luas untuk mendongkrak efisiensi, transparansi, serta kualitas pengambilan keputusan bisnis,” ujarnya.
Sebagai seorang profesional akuntan, tanggung jawab utama di era digital bukan lagi sekadar memproduksi informasi dengan lebih cepat.
Akuntan harus memastikan informasi yang di sajikan memiliki tingkat keandalan, relevansi, dan kepercayaan tinggi bagi para pemangku kepentingan.
“Poin pembelajaran ketiga adalah penegakan tata kelola beretika di tengah lanskap informasi yang penuh ketidakpastian,” tutur Dr Syfarizal.
Organisasi modern, kata Dr Syafrizal, tidak hanya membutuhkan kekuatan finansial tangguh. Melainkan juga integritas, akuntabilitas, transparansi, dan keberanian moral dalam mengambil keputusan strategis.
Keputusan strategis tersebut di harapkan mampu memberikan dampak positif luas terhadap seluruh aspek kehidupan. Baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi. “Dengan nilai-nilai luhur ini, profesi akuntan di yakini akan terus berdiri di garda terdepan sebagai penjaga moral. Dan pilar kepercayaan finansial,” ucapnya.
Menutup seluruh rangkaian kegiatan tahun ini, panitia dan pengurus IAI Wilayah Jawa Barat mengumumkan agenda penting untuk penyelenggaraan tahun depan. Estafet pelaksanaan Parade Riset Akuntansi (PRA) XII pada tahun depan resmi di percayakan kepada Universitas Presiden sebagai tuan rumah.






