Pemkot Bandung Batlkan Pembangunan Skatepark Taman Teuku Umar

SindoJabar, BANDUNG – Pemkot Bandung mengubah desain revitalisasi Taman Teuku Umar dengan membatalkan pembangunan skatepark. Area yang semula disiapkan untuk fasilitas olahraga skateboard tersebut dialihkan menjadi ruang komunal bagi warga setelah muncul kekhawatiran mengenai potensi kebisingan di lingkungan sekitar.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Luthfi Firdaus mengatakan, perubahan desain tersebut dilakukan setelah Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta agar aspirasi masyarakat sekitar menjadi pertimbangan dalam revitalisasi taman.

Baca Juga:Lapangan Bola Teuku Umar Bakal Ditata Jadi Skatepark, Warga Angkat Suara

“Pertama, karena warga menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi kebisingan. Selain itu, dari sisi teknis, lokasi skatepark idealnya berada di area yang sudah memiliki tingkat kebisingan tinggi, seperti di bawah jembatan layang,” kata Luthfi, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, Kota Bandung sebenarnya telah memiliki fasilitas skatepark di bawah Jalan Layang Pasupati yang selama ini aktif digunakan komunitas skateboard. Namun, fasilitas tersebut juga membutuhkan penataan ulang yang direncanakan mulai dilaksanakan tahun depan.

Rencana penataan tersebut telah disepakati bersama komunitas peseluncur, warga RW 09, dan Pemkot Bandung.

Baca Juga:Warga Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Minta Lapangan Bola Dipertahankan

Di sisi lain, pekerjaan revitalisasi Taman Teuku Umar yang semula dijadwalkan dimulai sekitar sepekan lalu diperkirakan mulai berjalan pada Sabtu hingga Senin mendatang.

Luthfi menyebutkan, respons warga terhadap rencana revitalisasi cukup positif. Masyarakat mengapresiasi pembenahan taman yang selama ini dinilai kurang terawat.

“Situasi di lapangan aman. Warga sekitar justru mengapresiasi adanya perbaikan, karena selama ini lokasi ini terlihat kurang terawat dan kotor. Bahkan, warga meminta lampu penerangan yang mati segera diperbaiki,” katanya.

Luthfi menjelaskan, revitalisasi tersebut telah lama dinantikan masyarakat. Pasalnya, Taman Teuku Umar terakhir kali diperbaiki pada 2016 sehingga membutuhkan pembenahan secara menyeluruh.

Baca Juga:Disorot Warga soal Skatepark, Farhan Tegaskan Penataan Lapangan Teuku Umar Tetap Jalan

Selain memperbaiki fasilitas, Pemkot Bandung juga akan meningkatkan pemeliharaan taman. Jumlah petugas penjaga yang sebelumnya lima orang akan ditambah menjadi 10 orang.

Pemkot Bandung juga akan mengembalikan nama Taman Fitness menjadi Taman Teuku Umar sesuai kajian toponimi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.

Luthfi memastikan, penghapusan skatepark tidak menambah pagu anggaran revitalisasi yang mencapai sekitar Rp3,1 miliar. Penyesuaian pekerjaan akan dilakukan melalui mekanisme Contract Change Order (CCO) dengan batas perubahan maksimal 10 persen.

“Area yang tadinya untuk skatepark cukup dimodifikasi menjadi area duduk terbuka. Tidak ada penambahan biaya. Semua sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Dalam desain terbaru, Taman Teuku Umar akan dilengkapi sejumlah fasilitas, mulai dari area duduk terbuka, jalur lari, hingga area permainan anak. Perbaikan alat-alat kebugaran yang sudah tersedia juga akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

Baca Juga:Wali Kota Bandung Buka Suara soal Polemik Skatepark Teuku Umar, Bantah Isu Penggusuran

Selain itu, taman tersebut tetap menyediakan fasilitas olahraga berupa lapangan mini sepak bola dengan rumput sintetis, menyerupai fasilitas di Taman Supratman.

Luthfi menambahkan, lapangan mini sepak bola akan menjadi fasilitas terbesar dengan luas sekitar 45 persen dari total area taman.

“Jadi, fasilitas olahraga justru ditingkatkan, bukan dihapus. Lapangan ini nantinya bisa digunakan oleh kelompok-kelompok sepak bola anak di sekitar sini,” pungkasnya. (*Bas)