60 UMKM Ikut Coaching Clinic Akuntansi, IAI Dorong Penerapan Manajemen Keuangan Profesional

SindoJabar, BANDUNG – Sebanyak 60 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) se-Jawa Barat mengikuti coaching clinic akuntansi yang diberikan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Lewat kegiatan ini, IAI mendorong UMKM menerapkan manajemen keuangan profesional.

Ketua IAI Wilayah Jabar Dr Prima Yusi Sari SE ME Ak CA mengatakan, dari 60 UMKM yang mengikuti coaching clinic akuntansi tersebut mayoritas berada di Kota Bandung.

Ketua IAI Jabar mengatakan, coaching clinic akuntansi untuk UMKM tersebut merupakan salah satu dari sembilan kegiatan dalam rangkaian International Conference Parade Riset Akuntansi XI (PRA-XI).

“Coaching clinic bagi UMKM itu bertujuan agar peran para akuntan yang tergabung dalam IAI bisa dirasakan oleh masyarakat,” kata Ketua IAI Jabar seusai pembukaan International Conference Parade Riset Akuntansi XI (PRA-XI) di Gedung Dekanat Unisba, Kamis (5/11/2026).

Dalam pelaksanaannya, ujar Dr Prima, para akuntan memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM. Dari penyusunan laporan keuangan, aspek pajaknya, manajemen keuangan, dan perhitungan harga pokok.

“Jadi harapannya peran kami bisa langsung dirasakan oleh UMKM. Masalah yang menjadi kendala di UMKM itu salah satunya adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM),” ujar Dr Prima.

Sebab, tutur Ketua IAI Jabar, jumlah pengelola dan pegawai UMKM terbatas. Sementara, pengelola harus aktivitas produksi, penjualan, tapi juga harus mencatat keuangan. “Nah, itu (SDM) memang salah satu kendala di UMKM. Mereka harus mengerjakan sendiri pelaporan keuangannya,” tutur ketua IAI Jabar.

Menurut Dr Prima, sebetulnya literasi pelaku UMKM terhadap kebutuhan pelaporan keuangan sudah meningkat. “Selama ini sering kali, mereka masih dibantu oleh pihak-pihak lain untuk menyusun laporan keuangan,” tutur Ketua IAI Jabar.

AKUNTAN
Ketua IAI Jabar Dr Prima Yusi Sari memberikan sambutan dalam pembukaan International Conference Parade Riset Akuntansi XI (PRA-XI) di Dekanat Unisba. (FOTO: AGUS WARSUDI)

Konferensi Internasional Akuntasi

Ketua IAI Jabar Dr Prima Yusi Sari mengatakan, International Conference Parade Riset Akuntansi XI (PRA-XI) merupakan kegiatan tahunan. Tahun ini merupakan yang ke-11. Sedangkan international conference 2026 merupakan yang ketiga kali. Kegiatan berlangsung dua hari, 5-6 November 2026.

“Jadi dari pertama sampai ke-8 bentuknya masih national conference. Kemudian sejak 3 tahun lalu kami ubah menjadi international conference,” kata Ketua IAI Jabar.

Dari konferensi pertama hingga ke-10, ujar Dr Prima, kegiatan hanya diisi dengan pemaparan hasil-hasil riset. Tapi kemudian IAI Jabar mengembangkan konferensi internasional ini dalam sembilan rangkaian kegiatan.

Antara lain, konferensi, seminar, presentasi paper, coaching clinic pengabdian masyarakat untuk para UMKM, coaching clinic untuk paper riset, forum dosen dan guru akuntansi SMA-SMK.

Kemudian lomba short video untuk anak-anak SMA dan SMK. Business Simulation Games untuk mahasiswa dan virtual trading competition itu untuk mahasiswa akuntansi.

“Jadi memang harapannya ini kita bisa mencakup berbagai kegiatan. Targetnya supaya peran IAI, para akuntan bisa di rasakan di masyarakat. Tidak hanya untuk para dosen, tapi juga di rasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Dr Prima.

Ketua IAI Jabar menuturkan, kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jabar dengan IAI Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) dan Perguruan Tinggi di Jawa Barat.

“Konferensi internasional ini mengusung tema “Transforming Accounting for Sustainable Value Creation in a Geopolitically Uncertain World: Integrating ESG, Digital Innovation, and Ethical Governance”,” tutur Ketua IAI Jabar.

See Beyond the Numbers

Dr Prima mengatakan, untuk menyelenggarakan konferensi internasional tahun ini, IAI Jabar bekerja sama dengan 16 perguruan tinggi se-Jawa Barat. Dari Bandung, Bekasi, Garut, Bogor, dan lain-lain.

“Total peserta ini kita hampir 300 peserta untuk semua kegiatan ini. Bahkan ada peserta dari luar negeri, lima negara. Seperti Vietnam, Singapura, Malaysia,” ucap Dr Prima.

Terkait tema kegiatan yang mencakup isu geopolitik, bisnis berkelanjutan, inovasi digital, artificial intelligence (AI), dan pemerintahan, Ketua IAI Jabar menjelaskan, IAI melihat peran akuntan selama ini dipandang hanya mencatat untuk menghasilkan laporan keuangan.

“Selama itu di anggap peran akuntan hanya itu. Padahal peran akuntan sekarang itu sudah bergeser ke yang lebih strategis. Tidak hanya mencatat, tapi juga support untuk pengambilan keputusan,” ujar Ketua IAI Jabar.

Dr Prima mencontohkan, yang paling mudah terkait nilai sustainability (keberlanjutan). Saat ini, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia di minta melaporkan sustainability report.

Mereka, tutur Dr Prima, harus melaporkan terkait climate change. Makanya melihat judul See Beyond the Numbers, akuntan saat ini tidak hanya melihat angka, tapi juga meliputi berbagai hal.

“Apalagi sekarang kita kan banyak transaksi digital ya. Transaksi digital tersebut asetnya juga banyak aset digital. Nah, bagaimana pelaporannya, penyajiannya sehingga user itu bisa melihat kinerja perusahaan tidak hanya di lihat dari sisi keuangan. Tetapi bagaimana peran sertanya, kontribusinya. Itu juga di perhatikan oleh masyarakat,” pungkas Dr Prima.