SindoJabar, Bandung – Ketersediaan lapangan kerja menjadi isu mendesak yang disuarakan warga Jawa Barat, khususnya kalangan Gen Z
Komisi 2 DPRD Jabar mendesak Pemprov Jabar untuk melahirkan formula baru dalam penyerapan tenaga kerja agar investasi bernilai ratusan triliun rupiah berdampak nyata pada masyarakat.
Baca Juga:Indonesia Krisis Talenta Digital? Kemnaker dan Huawei Siapkan SDM Siap Kerja Era AI
Anggota Komisi II DPRD Jabar, Saeful Bachri, menyebut tingginya angka pengangguran berbanding lurus dengan peningkatan kasus kriminalitas dan masalah sosial akibat tekanan ekonomi.
Untuk mengatasi urbanisasi, Saeful mengusulkan skema pemberdayaan padat karya berbasis perdesaan melalui sistem makloon (jasa pengerjaan produksi).
“Jangan semua difokuskan di kota. Kita bisa meniru konsep industri Tiongkok, di mana pabrik besar melempar komponen atau pengerjaan produk ke kampung-kampung. Contohnya di Kutawaringin dan Katapang, warga desa bisa mengelem, merakit, atau menjahit dari rumah, lalu dikumpulkan ke pabrik,” jelas Saeful, belum lama ini.
Menurutnya, langkah inovatif ini akan menghentikan laju urbanisasi sekaligus memberi ruang kerja bagi warga desa tanpa harus mendirikan pabrik besar di area pemukiman perdesaan.
Baca Juga:BPJK Demokrat Jabar Gelar Pelatihan Barista bagi Masyarakat Umum
Lawan Bank Emok dan Pinjol, DPRD Jabar dari Fraksi Partai Demokrat ini Desak Bank Daerah Terapkan Konsep “ATM” serta Hadirkan Pendamping Ekonomi Desa. (*)






