Ratnawati Pastikan Masyarakat Cirebon – Indramayu Dapat Pangan Murah

Jawa Barat16 Dilihat

Sindojabar.com – Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Cirebon disambut antusias masyarakat, Program ini merupakan inisiasi Anggota DPRD Jawa Barat, Hj. Ratnawati, yang mendapat dukungan dari Anggota DPR RI Herman Khaeron.

Kehadiran program tersebut disambut antusias warga karena dinilai sangat membantu kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 3.500 paket kebutuhan pokok disiapkan untuk masyarakat.

Ratnawati mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan program rutin Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat yang digelar di wilayah daerah pemilihannya, yakni Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.

Baca Juga:Hj Ratnawati Tekankan Investasi Berkelanjutan: Lingkungan Jangan Jadi Korban!

“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Ini menunjukkan kebutuhan pangan murah memang sangat dibutuhkan warga, terutama ibu rumah tangga,” ujar Ratnawati di lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Kamis (7/5/2026) lalu.

Ia menjelaskan, kegiatan di Desa Cipeujeuh Kulon merupakan titik kedua dari total 10 lokasi pelaksanaan GPM yang akan digelar di daerah pemilihannya. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Desa Buntet.

Menurutnya, seluruh komoditas pangan yang dijual dalam program tersebut telah mendapatkan subsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga harga jualnya jauh lebih murah dibanding harga pasar.

Tak hanya itu, Herman Khaeron juga memberikan tambahan bantuan berupa 1.000 kupon diskon senilai Rp5 ribu yang dapat digunakan masyarakat saat berbelanja kebutuhan pokok.

Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan, Saeful Bachri Dorong Optimalisasi Sapi Pasundan di Ciamis

“Setiap komoditas sudah mendapat subsidi sekitar Rp2 ribu per kilogram. Ditambah lagi ada kupon diskon dari Pak Herman Khaeron. Mudah-mudahan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” katanya.

Ratnawati menilai, Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Ia berharap program tersebut mampu menjaga stabilitas kebutuhan pangan sekaligus membantu warga memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau.

“Yang terpenting masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya. Kami ingin hadir membantu warga di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil,” ungkapnya.

Sementara itu, Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda DKPP Provinsi Jawa Barat, Ema Armia Nadia, menyebutkan Gerakan Pangan Murah merupakan program unggulan Pemprov Jabar yang telah berjalan sejak tahun 2023.

Baca Juga:Hailuki Minta Operasi Pasar Murah Diperluas dan Ditambah Frekuensinya

Melalui program tersebut, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang aman dan terjangkau.

Dalam kegiatan itu, DKPP menyediakan sedikitnya 12 jenis komoditas pangan, mulai dari beras, telur, minyak goreng, gula pasir, sayuran, hingga daging ayam dan sapi.

“Kami ingin masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pangan strategis dengan harga stabil, apalagi beberapa komoditas memang mengalami kenaikan akibat pengaruh ekonomi global,” jelas Ema.

Meski demikian, ia memastikan stok beras di Jawa Barat saat ini masih aman karena tengah memasuki masa panen raya.

“Yang cukup terasa kenaikannya memang minyak goreng dan gula pasir. Tapi untuk beras, stok masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (*)