SPPG Antapani Kulon Bandung Berhenti Beroperasi Sementara, Ini Dugaan Penyebabnya

Jawa Barat127 Dilihat

SindoJabar.Com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Antapani Kulon, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, berhenti sementara dalam menyediakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penghentian sementara SPPG itu terjadi di duga gegara dana operasional tak kunjung cair. Sehingga, SPPG tidak bisa membeli bahan makanan untuk di masak.

Informasi terkait penghentian pendistribusian MBG dari SPPG Antapani Kulon beredar di grup WhatsApp (WA).

Berdasarkan surat pemberitahuan bertanggal 8 Februari 2026 itu, penghentian operasional sementara SPPG Antapani Kulon di lakukan sebagai pertanggungjawaban.

Surat itu di tanda tangani oleh Kepala SPPG Antapani Kulon Firmansyah Bentang Saputra.

Wartawan mendatangi SPPG tersebut di Jalan Jakarta Nomor 143, Kelurahan Antapani Kulon, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Senin (9/2/2026).

Bukan Hanya Masalah Dana

Kepala SPPG Antapani Kulon Firmansyah Bentang Saputra mengatakan, penghentian operasional SPPG di sebabkan oleh banyak hal, bukan hanya karena dana tak cair.

Firman mengaku belum bisa menjelaskan panjang lebar penyebab dana operasional SPPG tak kunjung cair. Apalagi, masalah dana operasional diurus oleh yayasan sehingga SPPG hanya fokus menyediakan MBG.

“Kalau kami di bawah kan taunya harus menjaga (makanan tetap baik) dan operasional dapur lancar. Namun di duga karena ada perubahan sistem,” kata Firman kepada wartawan.

Menurut Firman, sejak SPPG berjalan enam bulan lalu, belum pernah terjadi seperti ini. Dia berharap operasional SPPG bisa segera kembali berjalan setelah dana untuk belanja bahan makanan di terima.

“Mungkin ini, karena sebelumnya pakai proposal sekarang diubah jadi sistem top up (penambahan anggaran). Jadi setelah uang realisasinya di cek, baru di keluarkan untuk disesuaikan,” ujarnya.

Produksi 3.000 Porsi MBG

Dia mengatakan, untuk menyiapkan MBG sebenarnya tidak lama. Setelah dana operasional cair, petugas bisa segera membeli bahan makanan untuk diolah mulai malam hingga dini hari.

“Setelah semua makanan jadi, MBG didistribusikan keesokan hari,” ucapnya.

Setiap hari, ujar Firman, SPPG Antapani Kulon menyediakan 3.000 porsi MBG untuk siswa maupun lansia, ibu hamil, dan menyusui.

Untuk siswa, MBG dari SPPG Antapani Kulon didistribusikan ke 12 sekolah. Mayoritas sekolah Muhammadiyah di Antapani Kulon.

“Jumlah porsi ini kemungkinan juga akan dikurangi karena sekarang jumlah SPPG bertambah di setiap wilayah,” tutur Firman.

Apalagi membuat MBG di atas 3.000, kata Firman, berisiko terhadap mutu dan higienitas makanan.

“Kalau terlalu banyak, susah (menjaga mutu). Bisa kenapa-napa. Makanya kami harus melakukan pengecekan rutin makanan yang akan didistribuksikan,” ucapnya.