SindoJabar, BANDUNG– Rencana revitalisasi Lapangan Teuku Umar atau Taman Fitnes di Kecamatan Coblong, Kota Bandung, menuai penolakan dari warga dan pemuda setempat.
Mereka meminta Pemkot Bandung memprioritaskan perbaikan lapangan sepak bola yang selama ini aktif digunakan masyarakat ketimbang membangun fasilitas skateboard dan sepeda BMX.
Baca Juga:Lapangan Bola Teuku Umar Bakal Ditata Jadi Skatepark, Warga Angkat Suara
Penolakan tersebut tetap disuarakan meski Pemkot Bandung menyebut pembangunan skatepark hanya akan memanfaatkan sekitar 30 persen dari total area.
Warga menilai rencana tersebut belum tentu sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar, terutama anak-anak yang rutin menggunakan lapangan untuk berlatih dan bermain sepak bola.
Perwakilan Pemuda Teuku Umar, Novian Ardiansyah mengatakan, warga belum mengetahui secara pasti desain revitalisasi yang akan diterapkan. Namun, keberadaan fasilitas skateboard dan BMX tetap menjadi keberatan karena warga lebih membutuhkan perbaikan lapangan yang sudah ada.
Baca Juga:Wakili Pendaki Generasi Z, Nandi Sampaikan Masukan Strategis untuk Aplikasi Ayo ke Taman Nasional
“Kita belum tahu gambarnya seperti apa. Kalaupun dibikin 30 persen kan tetap ada skateboard dan BMX. Dari warga, kami menginginkan lapangan yang sudah ada cukup diperbaiki agar lebih nyaman digunakan,” kata Novian Kamis (29/10/2026).
Selain mempersoalkan rencana pembangunan fasilitas baru, warga mengeluhkan minimnya sosialisasi sebelum pekerjaan revitalisasi dimulai.
Novian mengungkapkan, warga dan anak-anak yang sedang berlatih sepak bola sempat terkejut ketika material bangunan dan seng pembatas mulai berdatangan. Mereka mengaku belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai rencana perubahan fungsi lapangan tersebut.
“Kita lagi latihan main bola, tahu-tahu material datang, kan kita bertanya-tanya. Dari warga pun awalnya tidak tahu lapangan ini mau dibuat seperti apa,” katanya.
Baca Juga:Kebakaran Gunung Ciremai, Personel Gabungan Berhasil Padamkan Sejumlah Titik Api
Menurutnya, sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat semestinya dilakukan sejak awal. Dengan begitu, warga dapat memahami rencana pembangunan sekaligus menyampaikan aspirasi sebelum perubahan dilakukan terhadap fasilitas yang selama ini mereka manfaatkan.
Keberatan serupa disampaikan Linda Zanalia. Ia mempertanyakan relevansi pembangunan fasilitas skateboard dan BMX dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi ekonomi warga di sekitar Taman Fitnes.
Menurut Linda, tidak semua anak memiliki sepeda BMX maupun peralatan yang dibutuhkan untuk menggunakan fasilitas tersebut. Sebaliknya, lapangan sepak bola sudah dimanfaatkan anak-anak untuk berolahraga dan beraktivitas.
“Berapa orang sih di wilayah kami yang punya sepeda BMX? Perekonomian di wilayah kami seperti apa,” ucap Linda.
Ia berharap Pemkot Bandung mempertahankan fungsi lapangan sepak bola dengan melakukan perbaikan agar fasilitas tersebut lebih nyaman digunakan.
Baca Juga:Koalisi Pejalan Kaki Soroti Trotoar Gasibu: Kurang Ramah Disabilitas dan Mirip Arena Climbing
Selain itu, penambahan bangku penonton dan penataan taman dinilai dapat menjadi alternatif revitalisasi tanpa menghilangkan fungsi utama lapangan.
Linda juga mempertanyakan alasan pembangunan skatepark di Taman Fitnes jika fasilitas serupa dapat diperbaiki atau dikembangkan di lokasi lain.
Warga pun berharap Pemkot Bandung mempertimbangkan kembali rencana revitalisasi tersebut dengan mengutamakan kebutuhan masyarakat sekitar serta membuka ruang dialog sebelum pembangunan dilanjutkan.
“Kalau pun memang ada anggaran untuk memperbaiki lapangan skateboard, kenapa tidak perbaiki skatepark yang sudah ada saja di tempat lain? Jangan mengganggu fasilitas yang selama ini aktif digunakan warga Coblong,” ungkapnya. (*YM)






